Cara Mencegah Ngantuk Saat Mengemudi agar Perjalanan Tetap Aman

AKURAT.CO Mengemudi dalam kondisi mengantuk menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat waktu reaksi, hingga membuat pengemudi kehilangan kendali saat berada di jalan.
Mengantuk saat mengemudi dapat dialami siapa saja, terutama pekerja shift, sopir, penderita gangguan tidur dan pengguna obat yang menyebabkan ngantuk. Risikonya juga lebih tinggi saat sore atau dini hari ketika kewaspadaan tubuh menurun.
Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai saat mulai mengantuk di balik kemudi. Misalnya sering menguap, mata terasa berat, sulit mengingat beberapa kilometer terakhir yang telah dilalui, keluar jalur tanpa sadar, atau melewatkan rambu lalu lintas.
Pengemudi juga bisa mengalami microsleep, yaitu tertidur selama beberapa detik tanpa disadari. Meski berlangsung sangat singkat, kondisi ini berbahaya karena kendaraan tetap melaju dan berpotensi memicu kecelakaan.
Apabila rasa ngantuk mulai muncul, sebaiknya segera menepi di tempat yang aman. Beristirahat selama sekitar 20 menit dapat membantu mengembalikan fokus sebelum melanjutkan perjalanan.
Dikutip dari Sleep Foundation, Kamis (25/6/2026), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mengantuk saat mengemudi:
1. Pastikan tidur cukup sebelum berkendara. Orang dewasa disarankan tidur setidaknya tujuh jam setiap malam agar tubuh tetap segar dan konsentrasi terjaga.
2. Hindari alkohol dan obat yang menyebabkan ngantuk. Selalu periksa efek samping obat sebelum mengemudi, terutama obat alergi atau obat penenang.
3. Atur waktu perjalanan. Sebisa mungkin hindari berkendara pada sore hari atau antara pukul 00.00 hingga 06.00 saat tubuh cenderung lebih mudah mengantuk.
4. Segera beristirahat jika mulai mengantuk. Menepi di lokasi yang aman dan tidur sejenak jauh lebih aman dibanding memaksakan diri tetap mengemudi.
5. Terapkan pola tidur yang sehat. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, batasi penggunaan gawai sebelum tidur, kurangi konsumsi kafein pada malam hari, serta rutin berolahraga agar kualitas tidur tetap terjaga.
Memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum berkendara dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan. Jika mulai merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








