125 Juta Motor di Indonesia, Keselamatan dan Masa Depan Ojol Jadi Sorotan

AKURAT.CO Indonesia menghadapi dilema transportasi yang semakin kompleks di tengah populasi sepeda motor yang mencapai sekitar 125 juta unit dan dominasi kendaraan roda dua dalam kecelakaan lalu lintas. Data yang dikutip dari World Population Review menempatkan Indonesia sebagai negara dengan populasi sepeda motor terbesar kedua di dunia setelah India.
Di sisi lain, diperkirakan terdapat 7 juta pengemudi ojek daring atau ojol yang menggantungkan penghasilan pada layanan tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar.
"Apakah sepeda motor harus terus menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, meskipun memiliki risiko keselamatan tinggi, atau sudah saatnya pemerintah mempercepat pembenahan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan roda dua?" ujar Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno.
Menurutnya, sepeda motor menjadi pilihan utama karena harganya relatif terjangkau, fleksibel menembus kemacetan, dan mampu menjangkau permukiman yang tidak terlayani angkutan umum. Kendaraan ini juga menopang kegiatan ekonomi, mulai dari ojek daring hingga layanan pengiriman barang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, ketergantungan tersebut membawa konsekuensi terhadap keselamatan jalan, kualitas udara, kemacetan, dan tata ruang perkotaan. Menurut Djoko, persoalan ini tidak cukup diselesaikan melalui perubahan regulasi atau peralihan jenis bahan bakar.
"Pemerintah perlu membenahi transportasi publik sekaligus menata peran sepeda motor dalam sistem mobilitas nasional".
Populasi Motor dan Risiko Kecelakaan Terus Menjadi Tantangan
Berdasarkan data World Population Review yang dikutip dalam kajian ini, India memiliki sekitar 271 juta unit sepeda motor, disusul Indonesia dengan 125 juta unit. China berada di posisi berikutnya dengan sekitar 85 juta unit, Vietnam 65 juta unit, dan Thailand 22 juta unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








