Studi: Pengaruh Princess Disney Pada Pertumbuhan Anak

AKURAT.CO, Bagi orang tua yang khawatir mengenai pengaruh karakter princess Disney terhadap citra diri anak mereka, sebuah penelitian baru-baru ini membeberkan hasilnya.
“Putri-putri Disney mungkin adalah salah satu contoh media yang lebih terlihat dan terkenal, yang dibuat khusus untuk anak-anak, yang berfokus pada karakter perempuan dan cerita perempuan,” kata penulis studi Jane Shawcroft, seorang peneliti mahasiswa doktoral di University of California. Davis.
“Dan meskipun princess-princess Disney banyak dikritik karena terlalu kurus atau sangat distereotipkan berdasarkan gender, kami ingin memikirkan nuansa di sana dan apakah hal ini berdampak pada anak-anak, mengingat konteks iklim media yang lebih luas,” tambahnya.
Secara khusus, para peneliti menanyakan apakah ukuran tubuh masing-masing putri Disney memengaruhi harga diri anak-anak dan perilaku bermain berdasarkan gender. Misalnya, Putri Salju “kurus”, sedangkan Moana “rata-rata.”
Baca Juga: 17 Soundtrack Film Disney Terbaik Dan Terpopuler Sepanjang Masa
“Permainan cewek cenderung lebih lembut. Lebih emosional, lebih banyak berpura-pura, jadi ini seperti bermain boneka atau bermain rumah-rumahan,” jelas Shawcroft. Permainan anak laki-laki konvensional adalah “permainan yang lebih kasar, jadi berpura-pura berkelahi atau bergulat, dan juga cenderung kurang emosional.”
Perpaduan kedua jenis permainan ini sangat penting untuk perkembangan anak karena membantu mengembangkan berbagai jenis keterampilan, tambahnya.
Secara total, 340 anak-anak dan pengasuh mereka dipilih dari studi yang sedang berlangsung mengenai perkembangan anak-anak dalam kaitannya dengan hiburan, yang disebut Project M.E.D.I.A. Pada usia 3 tahun dan 4 tahun, pengasuh ditanyai tentang seberapa besar anak-anak mereka menyukai atau merasa nyaman dengan tubuh mereka. Mereka juga ditanya tentang permainan tradisional anak-anak yang bersifat maskulin dan feminin, berdasarkan mainan mana yang mereka sukai.
Elsa dari Frozen sejauh ini menjadi favorit penonton anak-anak, sekitar 53%, diikuti oleh Moana dari film self-titled-nya, sekitar 21%. Namun, para peneliti mencatat bahwa penting untuk diingat bahwa preferensi putri-putri ini dibandingkan, katakanlah, Pocahontas atau Belle, mungkin karena dua putri terakhir lebih baru.
Baca Juga: Kenapa Kita Masih Suka Menonton Frozen 2?
Cara anak-anak berperan sebagai putri khayalan juga merupakan indikator penting. Berpura-pura menjadi Moana dibandingkan Cinderella, misalnya, membuat dia terlibat dalam permainan yang lebih aktif.
Temuan ini baru-baru ini dipublikasikan secara online di Psychology of Popular Media.
Benjamin Nwosu, ahli endokrinologi pediatrik di Northwell Health di New Hyde Park, N.Y., mengatakan karakter yang lebih aktif pada anak juga sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







