Dimensi-dimensi dalam Profil Pelajar Pancasila Dibangun Sejak ?
Sultan Tanjung | 27 Maret 2024, 17:45 WIB

AKURAT.CO Dimensi-dimensi dalam profil pelajar Pancasila merupakan aspek penting yang membentuk karakter dan kompetensi pelajar Indonesia.
Proses pembangunan dimensi ini dimulai sejak awal pendidikan anak dan melibatkan pendekatan formal dan non-formal. Berikut penjelasan lebih lanjut:
-
Fase Fondasi di PAUD hingga Lulus SMA/SMK:
- Profil Pelajar Pancasila dibangun sejak fase fondasi, yaitu dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga lulus SMA/SMK.
- Pada tahap ini, nilai-nilai moral dan karakteristik yang mencerminkan Pancasila ditanamkan melalui pendekatan pendidikan formal di sekolah dan pendidikan non-formal di lingkungan sekitar.
-
Ciri Utama Profil Pelajar Pancasila:
- Profil Pelajar Pancasila menggambarkan pelajar Indonesia sebagai individu yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
- Terdapat enam ciri utama dalam profil ini:
- Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME: Menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dan moral.
- Berkebinekaan Global: Menghargai perbedaan dan memahami keragaman budaya.
- Bergotong Royong: Mampu bekerja sama dan berkontribusi dalam masyarakat.
- Mandiri: Memiliki kemandirian dalam belajar dan bertindak.
- Bernalar Kritis: Mampu berpikir analitis dan kritis.
- Kreatif: Mengembangkan ide dan solusi inovatif.
-
Dimensi-Dimensi dalam Profil Pelajar Pancasila:
- Dimensi-dimensi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah, termasuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, dan SMALB.
- Dalam mengembangkan rubrik untuk projek atau penilaian, pendidik dapat mengacu pada naskah akademik Profil Pelajar.
- Rubrik merupakan alat asesmen yang membantu mengevaluasi kualitas performa peserta didik secara konsisten, membangun, dan objektif.
Dengan memahami dan menginternalisasi dimensi-dimensi ini, pelajar akan menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







