Apa Itu Helicopter Parenting dan Bagaimana Cara Mengatasinya!

AKURAT.CO Wajar bagi orang tua memiliki keinginan untuk melindungi anak-anak mereka dan menjauhkan mereka dari bahaya.
Namun, terkadang keinginan yang wajar ini berubah menjadi "pola asuh helikopter," yakni sikap yang berlebihan untuk menjadi bagian dari setiap keputusan dan dilema anak.
"Orang tua dengan pola asuh helikopter seringkali dipicu oleh kecemasan, dan kecemasan itu dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kecemasan agar anak mereka aman, sukses, atau tidak disakiti secara emosional, serta kecemasan untuk mengikuti gaya hidup orang lain atau apa yang diharapkan keluarga atau budaya mereka," kata Drokter Laurel Williams, seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Baylor College of Medicine di Houston.
Baca Juga: Gaya Parenting Berdampak pada Tingkat Keparahan ADHD Anak
Orang tua dengan pola asuh helikopter biasanya tidak membiarkan anak mereka menjalani perilaku anak normalnya secara sendiri. Naluri mereka meminta mereka untuk mempermudah jalan bagi anak mereka.
Namun, hal ini sebenarnya dapat menghambat perkembangan anak mereka, kata Williams. Anak tersebut mungkin tidak belajar cara menangani kegagalan atau kekecewaan, atau cara terbaik berinteraksi dengan anak-anak lain seusianya.
Orang tua lebih baik jika memberi contoh tentang bagaimana anak-anak harus menghadapi kekecewaan seperti tidak masuk tim olahraga atau mendapat nilai jelek.
“Bersikaplah membantu dalam merencanakan bagaimana hal ini tidak terjadi lagi, tetapi jika Anda tidak membiarkan mereka mengatasinya sendiri, Anda dapat menunda perkembangan mereka,” kata Williams dalam rilis berita Baylor.
Baca Juga: Viral Influencer Parenting Aniaya Anak di Daycare, Bagaimana Islam Memandang Hal Ini?
Penting untuk mengidentifikasi kapan seorang anak mampu melakukan beberapa hal tanpa pengawasan orang dewasa, seperti berjalan kaki ke sekolah atau pergi ke Mal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







