Ketika Anak Tumbuh di Era Digital, Orang Tua Perlu Hadir dengan Cara Baru

AKURAT.CO Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dan terus berubah.
Perkembangan teknologi memberikan berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan eksplorasi hal-hal terbaru.
Namun di sisi lain, situasi saat ini juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional, serta memastikan anak mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan keinginan dan memenuhi kebutuhannya.
Tantangan pengasuhan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak, melainkan juga bagaimana keluarga dapat menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, percaya diri, dan memiliki kesempatan untuk mengenali potensinya sejak dini.
Perhatian terhadap aspek emosional juga semakin menjadi bagian penting dalam pembahasan tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Sindiran Toy Story 5 Nyata! Ini Alasan Ganti Tablet Anak ke Kindle Color
Berdasarkan hasil pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan, 10 persen atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang mendapatkan pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka.
Dalam proses pertumbuhan anak, perhatian tersebut diberikan sejak awal kehidupannya. Kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan menjadi salah satu faktor penting yang turut berperan dalam kesiapan ibu mendampingi tumbuh kembang anak.
Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), dr. Erfenes, Sp.OG, menjelaskan bahwa investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal. Karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
"Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra- kehamilan hingga pascamelahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini," kata dr. Erfenes.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Menu MBG Sederhana, Bergizi, dan Hemat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
Setelah lahir, untuk mengembangkan kemampuan, karakter dan potensi anak penting bagi orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia serta kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi.
Orang tua memiliki peran dalam memberikan ruang bagi anak untuk mencoba hal baru, berekspresi dan membangun kepercayaan dirinya.
Spesialis anak (Pediatri), dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A. menambahkan bahwa mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat, melainkan juga tentang memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya.
"Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini," jelas Andreas.
Melihat kebutuhan tersebut, Konicare melalui Happy Kids Academy 2026 menghadirkan ruang interaksi bagi anak dan orang tua dengan tema "Tumbuh Hebat Bersama Konicare" yang diselenggarakan pada 27-28 Juni 2026, di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta.
Baca Juga: 7 Manfaat Belajar Bahasa Asing Sejak Dini bagi Perkembangan Otak Anak
Program ini dirancang untuk mendukung proses tumbuh kembang anak melalui tiga aspek penting, yaitu edukasi bagi orang tua, ruang bagi anak untuk berekspresi, serta aktivitas yang memperkuat hubungan keluarga.
Melalui sesi edukasi bersama dokter obgyn, dokter anak, dan psikolog, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan ibu dan anak, stimulasi anak sesuai tahap perkembangannya, dan pentingnya membangun hubungan emosional yang positif dengan anak.
Sebagai rangkaian kegiatan menuju Konicare Happy Kids Academy 2026, Konicare telah menjalankan school engagement program di sejumlah sekolah dasar.
Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi bakat dan potensinya melalui berbagai aktivitas kreatif, seperti kompetisi menyanyi dan tari modern. Sekaligus mendorong keberanian serta rasa percaya diri untuk tampil di depan publik.
Pada acara utama Konicare Happy Kids Academy 2026, keluarga dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif seperti Kids Play Zone, Counselling Session, Color Analysis, Face Painting, serta Meet and Greet bersama Densu Family sebagai Brand Ambassador Konicare untuk menciptakan pengalaman kebersamaan yang lebih bermakna.
Baca Juga: 12 Ide Liburan Sekolah Bersama Anak yang Seru dan Edukatif, Bikin Momen Keluarga Lebih Berkualitas
Tidak hanya pengalaman langsung, Konicare juga memperluas inisiatif bonding keluarga melalui peluncuran E-Book Seri kedua berjudul "101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua" setelah seri sebelumnya diperkenalkan pada Mei 2026.
Melalui inisiatif ini, Konicare mengajak orang tua menjadikan aktivitas membaca dan mendongeng sebagai kebiasaan sederhana untuk membangun komunikasi, mempererat ikatan emosional, dan menciptakan waktu berkualitas bersama anak.
"Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru. Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk. Pendampingan tersebut tentu berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents," Psikolog Ajeng Raviando, Psi, menerangkan.
Sebagai brand yang telah lama mendampingi kebutuhan kesehatan dan perawatan keluarga Indonesia, Konicare hadir tidak hanya melalui produk yang mendukung keseharian ibu dan anak tetapi juga melalui berbagai edukasi dan program keluarga yang memberikan dampak positif.
Melalui pendekatan ini, Konicare ingin membantu orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat, percaya diri, dan berkembang sesuai potensinya.
"Kami percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy. Melalui Konicare Happy Kids Academy, kami ingin selalu menemani perjalanan keluarga dalam membangun kedekatan, menciptakan momen bermakna, serta mendukung untuk tumbuh kembang anak secara optimal," jelas Senior Brand Manager Konicare, Silvyati K. Putri, dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026
- 1020 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!






