Tantangan Baru di Qatar: Tim D’BASE BINUS ASO Siap Hadapi Kompetisi Shell Eco Marathon 2025

AKURAT.CO Setelah sukses menorehkan prestasi di ajang Shell Eco-marathon 2024, Tim D’BASE dari BINUS ASO School of Engineering kembali bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar.
Tahun ini, mereka akan berkompetisi dalam Shell Eco-marathon Asia-Pacific and the Middle East 2025 yang akan berlangsung di Lusail International Circuit, Qatar, pada 8-12 Februari 2025.
Mengusung kendaraan berbasis Prototype Battery Electric, tim mahasiswa ini telah menjalani persiapan intensif sejak awal guna menghadapi berbagai tantangan teknis dan lingkungan yang berbeda drastis dari kompetisi sebelumnya.
Baca Juga: Mahasiswa BINUS ASO Siap Unjuk Gigi Lagi di Shell Eco-Marathon 2023 Sirkuit Mandalika
Kompetisi Global dengan Standar Ketat
Shell Eco-marathon merupakan ajang tahunan yang menantang mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang dan membangun kendaraan hemat energi.
Dalam kompetisi ini, setiap tim harus memastikan kendaraannya mampu menempuh lintasan sepanjang 3,7 kilometer sebanyak empat putaran dalam waktu maksimum 35 menit, dengan kecepatan rata-rata 25 km/jam.
Efisiensi energi menjadi faktor penentu utama, di mana tim dengan konsumsi bahan bakar atau daya listrik paling hemat akan keluar sebagai pemenang.
Pada tahun sebelumnya, kompetisi ini digelar di Mandalika International Circuit, Indonesia, di mana Tim D’BASE berhasil menembus posisi tujuh besar.
Namun, edisi 2025 membawa tantangan baru dengan berpindahnya lokasi ke Qatar, yang memiliki kondisi geografis dan iklim berbeda.
Baca Juga: Indonesia-Qatar Kerja Sama Bangun 1 Juta Hunian untuk Kelas Bawah
Tantangan Baru: Cuaca Ekstrem dan Adaptasi Teknologi
Berbeda dengan Mandalika yang beriklim tropis lembap, Lusail International Circuit terletak di kawasan gurun dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kendaraan Tim D’BASE, yang harus mampu mempertahankan efisiensi energi meskipun menghadapi cuaca ekstrem.
Selain itu, faktor logistik juga menjadi perhatian. Di Indonesia, tim dapat dengan mudah mendapatkan suku cadang kendaraan dari distributor lokal.
Namun, di Qatar, mereka harus beradaptasi dengan sumber daya yang berbeda, termasuk mencari pemasok yang dapat menyediakan komponen berkualitas dalam waktu singkat.
Baca Juga: MotoGP Brasil Resmi Masuk Kalender Balapan, Mulai Dilombakan pada 2026
Strategi dan Persiapan Tim D’BASE
Untuk mengatasi tantangan ini, Tim D’BASE yang beranggotakan 11 mahasiswa telah menyusun strategi matang, di antaranya:
✅ Membagi tim menjadi dua kelompok, di mana tim advance akan berangkat lebih awal untuk menyiapkan kebutuhan di lokasi.
✅ Melakukan peningkatan pada desain kendaraan, dengan mengganti beberapa komponen untuk menyesuaikan dengan kondisi trek di Qatar.
✅ Menggunakan data dari kompetisi sebelumnya untuk memprediksi performa kendaraan di suhu tinggi.
✅ Melatih driver dengan simulasi dan persiapan fisik agar dapat mengendarai mobil dengan efisien di lintasan baru.
Tim D’BASE juga telah berhasil melewati fase kedua seleksi Shell Eco-marathon, dan kini sedang dalam tahap akhir penyelesaian data dan dokumentasi untuk fase ketiga.
Baca Juga: Tim Angkat Besi Junior Indonesia Raih 12 Medali di Qatar Cup 2024
Harapan dan Dukungan dari BINUS ASO
Pelatih Tim D’BASE sekaligus dosen BINUS ASO School of Engineering, Muhammad Nurul Puji, menekankan pentingnya kesiapan mental selain aspek teknis.
"Pada prinsipnya, kita harus siap menang dan siap kalah. Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik," ujar Nurul Puji melalui siaran pers yang Akurat terima pada Selasa, (4/2).
Ia juga mengingatkan agar tim tetap fokus pada kompetisi, meskipun godaan untuk menjelajahi negara baru bisa saja muncul.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana kendaraan Tim D’BASE pernah mengalami kecelakaan di lintasan, ia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk.
"Saya selalu menyampaikan bahwa hal-hal tidak terduga bisa terjadi. Karena itu, kita harus tetap tenang dan fokus pada solusi," tambahnya.
Misi Mengharumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional
Keikutsertaan Tim D’BASE di Shell Eco-marathon 2025 bukan hanya menjadi ajang pembuktian inovasi mahasiswa BINUS ASO, tetapi juga membawa misi lebih besar: mengharumkan nama Indonesia di kompetisi global.
Dengan kerja keras, riset mendalam, serta bimbingan dari para mentor berpengalaman, mereka berharap dapat mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan keunggulan mahasiswa Indonesia dalam bidang teknologi dan energi berkelanjutan.
Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata di dunia industri.
Semoga Tim D’BASE mampu membawa pulang prestasi gemilang dari Qatar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Daftar Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026 dan Jadwal Lengkap Pertandingan Babak Knockout
- 2Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 3Update Terbaru Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Jerman dan Belanda Gugur
- 4Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 5Prediksi Skor Prancis vs Swedia Piala Dunia 2026 Lengkap dengan Riwayat Head to Head, Perkiraan Susunan Pemain, dan Statistik
- 6Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 7Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 8Kalender Jawa 30 Juni 2026: Cek Weton Selasa Pon, Benarkah Punya Watak Teguh?
- 998 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital
- 10Dukung Penguatan Kerja Sama Strategis, Presiden Lukashenko Sambut Baik Wacana Pembukaan Kedubes RI di Belarus





