Kenapa Suhu Gurun Bisa Sangat Ekstrem di Malam Hari
Eko Krisyanto | 30 Agustus 2025, 11:30 WIB

AKURAT.CO Suhu gurun yang sangat ekstrem di malam hari sering menjadi fenomena menarik bagi banyak orang. Mengapa suhu bisa turun drastis setelah matahari terbenam?
Suhu di gurun bisa turun hingga hampir 20-30 derajat Celcius hanya dalam beberapa jam setelah matahari terbenam. Fenomena ini terjadi karena beberapa faktor utama yang berkaitan dengan karakteristik lingkungan gurun.
Faktor-faktor Penyebab Suhu Gurun Sangat Ekstrem di Malam Hari
Berikut adalah alasan ilmiah mengapa suhu di gurun bisa sangat ekstrem setelah malam tiba:
- Pasir Memiliki Kapasitas Panas Rendah: Pasir yang menjadi material utama di gurun menyerap panas dengan cepat saat siang hari, tetapi juga melepaskan panasnya dengan sangat cepat ketika malam. Hal ini menyebabkan suhu di permukaan pasir turun drastis.
- Kelembapan Udara Sangat Rendah: Gurun memiliki tingkat kelembapan yang sangat rendah. Kelembapan berfungsi seperti selimut yang menahan panas. Dengan udara yang kering, panas yang tersimpan di siang hari tidak tertahan dan cepat hilang ke atmosfer.
- Minimnya Tutupan Awan: Langit gurun biasanya cerah dan minim awan. Awan berfungsi sebagai penahan radiasi panas dari bumi. Saat tidak ada awan, panas langsung menghilang ke luar angkasa sehingga suhu turun sangat cepat.
Baca Juga: Wisata Gurun Pasir
Apa Dampak Suhu Ekstrem di Gurun?
Suhu yang berubah drastis memengaruhi ekosistem gurun serta aktivitas manusia.
Hewan dan tumbuhan di gurun harus beradaptasi dengan kondisi panas siang dan dingin malam hari.
Manusia yang tinggal atau berkunjung ke gurun perlu persiapan khusus seperti pakaian hangat dan perlindungan dari suhu dingin ekstrem.
Kenapa suhu gurun bisa sangat ekstrem di malam hari? Hal ini terjadi karena pasir yang cepat menyerap dan melepaskan panas, kelembapan udara yang rendah, serta minimnya tutupan awan yang membuat panas mudah hilang ke atmosfer. Faktor-faktor ini menciptakan perubahan suhu drastis dari siang ke malam yang menjadi ciri khas iklim gurun.
Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








