AKURAT.CO Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Nusantara yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Namun, seiring berjalannya waktu, kerajaan yang berpusat di Jawa Timur ini mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh pada akhir abad ke-15.
Pertanyaannya, apa penyebab utama runtuhnya Majapahit yang pernah begitu berpengaruh di Asia Tenggara? Runtuhnya Majapahit tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
Baca Juga: Jelaskan Peran Kerajaan Majapahit bagi Kehidupan Berbangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia!
Konflik Internal dan Perebutan Kekuasaan
Salah satu penyebab utama keruntuhan Majapahit adalah konflik internal yang berkepanjangan. Perebutan tahta antar anggota keluarga kerajaan membuat stabilitas politik goyah.
Perang Paregreg antara Bhre Wirabhumi dan Wikramawardhana menjadi contoh nyata perpecahan yang melemahkan kekuatan kerajaan.
Kondisi ini membuat Majapahit kehilangan wibawa dan sulit mempertahankan pengaruhnya di daerah taklukan.
Selain itu, lemahnya kepemimpinan setelah era Hayam Wuruk turut mempercepat perpecahan di kalangan bangsawan dan pejabat kerajaan.
Baca Juga: Pernah Viral Berkonsep Kerajaan Majapahit, Jiwangga Resto Kini Berbalut Mistis dan Terbengkalai
Tekanan Eksternal dan Munculnya Kerajaan Baru
Runtuhnya Majapahit juga dipengaruhi oleh munculnya kekuatan baru, yaitu Kesultanan Demak.
Peralihan pengaruh dari kerajaan bercorak Hindu-Budha ke kerajaan Islam menandai perubahan besar dalam struktur politik di Jawa.
Selain itu, tekanan ekonomi akibat melemahnya jalur perdagangan dan menurunnya kontrol terhadap pelabuhan penting turut mempercepat keruntuhan.
Berkurangnya hasil pertanian akibat sistem irigasi yang terbengkalai serta beban pajak rakyat yang tinggi juga memicu ketidakpuasan masyarakat, sehingga loyalitas terhadap kerajaan melemah.
Warisan Majapahit bagi Nusantara
Meskipun runtuh, Majapahit meninggalkan warisan besar dalam bidang politik, budaya, dan persatuan Nusantara.
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular menjadi bukti bahwa warisan Majapahit masih relevan hingga saat ini.
Nilai persatuan yang pernah dipegang Majapahit kemudian menjadi inspirasi dalam perjuangan bangsa Indonesia di masa modern. Runtuhnya kerajaan ini menjadi pelajaran sejarah bahwa persatuan, stabilitas politik, serta kesejahteraan rakyat adalah kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sebuah kekuasaan.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








