AKURAT.CO Dalam kehidupan sehari-hari, uang kertas digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Namun, jika ditelaah lebih dalam, uang kertas hanyalah lembaran berbahan dasar serat khusus yang nilainya tidak sebanding dengan angka yang tertera.
Pertanyaannya, mengapa masyarakat bisa menganggap uang kertas bernilai dan menerimanya sebagai alat tukar? Pemahaman tentang nilai uang ini penting agar kita tidak hanya melihatnya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi kepercayaan dan sistem ekonomi yang mendasarinya.
Baca Juga: BI Tarik 4 Pecahan Uang Kertas Rupiah, Apa Saja Mata Uang yang Berlaku di Zaman Nabi Muhammad Saw?
Nilai Uang Kertas Berdasarkan Kepercayaan
Mengutip dari Bank Indonesia, uang kertas memiliki nilai karena adanya kepercayaan masyarakat terhadap otoritas yang menerbitkannya. Uang tersebut dijamin oleh negara melalui bank sentral, sehingga diyakini sah sebagai alat pembayaran.
Kepercayaan ini menjadi dasar utama terbentuknya nilai uang, meskipun bentuk fisiknya tidak memiliki nilai intrinsik setara dengan nominalnya. Tanpa adanya kepercayaan ini, peredaran uang tidak akan berjalan efektif dan fungsi ekonomi akan terganggu.
Sejarah dan Kesepakatan Sosial
Mengutip dari Kementerian Keuangan RI, nilai uang kertas juga lahir dari kesepakatan sosial yang berlaku di masyarakat. Sejak masa peralihan dari sistem barter ke sistem moneter, uang menjadi simbol yang mewakili nilai suatu barang atau jasa.
Kesepakatan inilah yang membuat uang kertas tetap diterima, meski bahan pembuatnya relatif sederhana.
Dalam praktiknya, nilai tersebut terus dijaga oleh regulasi dan kebijakan pemerintah, sehingga uang kertas tetap memiliki legitimasi dalam transaksi ekonomi modern.
Baca Juga: Mengenal Jiaozi, Uang Kertas Pertama Di Dunia
Peran Uang dalam Ekonomi Modern
Nilai uang kertas semakin kuat karena digunakan secara luas dalam transaksi sehari-hari.
Uang menjadi instrumen penting dalam mengukur harga barang dan jasa, menyimpan kekayaan, hingga menjadi alat pembayaran utang.
Mengutip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kestabilan uang dipengaruhi oleh inflasi, tingkat kepercayaan publik, serta kebijakan moneter yang dijalankan.
Dengan kata lain, nilai uang kertas bukan berasal dari kertasnya, melainkan dari fungsi dan legitimasi hukum yang melekat padanya.
Oleh karena itu, menjaga kestabilan nilai uang menjadi tanggung jawab bersama agar roda perekonomian tetap berjalan lancar.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








