Dasar Pembelajaran dalam Berhubungan dengan Siswa dan Individu Lain di Sekolah Disebut Apa? Ini Jawabannya!

AKURAT.CO Dasar pembelajaran dalam berhubungan dengan siswa dan individu lain di sekolah disebut apa? Ini adalah pertanyaan yang muncul dalam Modul 2 Topik 2 Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 tentang Pembelajaran Sosial Emosional (PSE).
PPG merupakan pendidikan lanjutan setelah program sarjana yang dirancang untuk mempersiapkan calon pendidik agar memiliki kompetensi profesional dalam menjalankan peran sebagai guru. Dikutip dari buku Profesi Keguruan karya Prasetyo dkk. (2018:117), PPG adalah program pendidikan tinggi yang bertujuan menyiapkan peserta didik agar memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus, yaitu menjadi pendidik profesional.
Dalam pelaksanaannya, para peserta PPG akan mempelajari berbagai modul, termasuk Modul 2 tentang PSE. Modul ini menjadi salah satu bagian penting karena berfokus pada pengembangan kemampuan guru dalam membangun hubungan yang positif, empatik, dan mendukung kesejahteraan emosional siswa.
Soal Latihan Pemahaman PSE: Dasar Pembelajaran dalam Berhubungan dengan Siswa
Salah satu soal yang kerap muncul dalam Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 2 PPG 2025 adalah sebagai berikut:
Dasar pembelajaran dalam berhubungan dengan siswa dan individu lain di lingkungan/luar lingkungan sekolah, disebut...
a. Kepedulian (caring)
b. Kebersamaan
c. Kolaborasi
d. Pemahaman
e. Semua jawaban benar
Kunci Jawaban: A. Kepedulian (caring)
Soal ini menguji pemahaman guru terhadap nilai-nilai dasar dalam Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) — sebuah pendekatan penting dalam dunia pendidikan modern.
Penjelasan Lengkap: Mengapa Jawabannya “Kepedulian (Caring)”
Dasar pembelajaran dalam berhubungan dengan siswa dan individu lain, baik di lingkungan sekolah maupun di luar, berakar pada nilai kepedulian (caring). Dalam konteks pendidikan, caring bukan sekadar rasa empati, tetapi juga mencakup kemampuan guru untuk memahami, mendukung, dan menumbuhkan potensi setiap siswa secara menyeluruh.
Guru yang memiliki sikap caring tidak hanya mengajar secara kognitif, tetapi juga menumbuhkan hubungan emosional yang sehat dengan peserta didik. Sikap ini membuat siswa merasa dihargai, diterima, dan termotivasi untuk berkembang.
Menurut pendekatan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE), kepedulian mencakup beberapa aspek penting:
-
Guru mampu menunjukkan empati terhadap perasaan dan kebutuhan siswa.
-
Membangun hubungan yang hangat dan saling percaya di kelas.
-
Memahami perbedaan karakter dan latar belakang setiap peserta didik.
-
Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, proses belajar tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesejahteraan emosional siswa.
Mengenal Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) adalah pendekatan yang membantu guru dan siswa mengembangkan kemampuan untuk memahami serta mengelola emosi, berinteraksi secara positif, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Melalui PSE, guru diajak untuk menjadi teladan dalam menunjukkan empati dan kolaborasi, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat dan produktif. Beberapa manfaat utama dari penerapan PSE di sekolah antara lain:
-
Membentuk iklim sekolah yang inklusif dan positif.
-
Meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri siswa.
-
Mengurangi perilaku negatif seperti perundungan (bullying) atau konflik antar siswa.
-
Membantu guru dalam membangun hubungan yang harmonis dengan siswa dan rekan kerja.
Dengan kata lain, PSE bukan hanya teori pendidikan, tetapi juga pondasi dalam membentuk budaya sekolah yang peduli dan saling menghargai.
Nilai-Nilai Pendukung dalam Hubungan Sosial di Sekolah
Selain kepedulian, ada beberapa nilai lain yang juga menjadi bagian dari dasar hubungan sosial emosional di lingkungan pendidikan, yakni:
-
Kebersamaan, yang menumbuhkan rasa memiliki dan solidaritas antar warga sekolah.
-
Kolaborasi, yang menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi, dan penyelesaian masalah bersama.
-
Pemahaman, yang mengajarkan pentingnya melihat sesuatu dari perspektif orang lain serta menghargai perbedaan.
Namun, dari seluruh nilai tersebut, kepedulian (caring) menjadi fondasi utama yang melandasi keberhasilan pembelajaran sosial emosional secara menyeluruh.
Kesimpulan
Pertanyaan “Dasar pembelajaran dalam berhubungan dengan siswa dan individu lain di lingkungan/luar lingkungan sekolah disebut apa?” memiliki kunci jawaban Kepedulian (caring). Nilai ini merupakan inti dari Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) yang berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang sehat, penuh empati, dan mendukung perkembangan siswa secara utuh — baik akademik maupun emosional.
Guru yang menerapkan sikap caring tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, memahami, dan menumbuhkan setiap potensi siswa. Itulah mengapa PSE menjadi salah satu fokus utama dalam PPG 2025.
Baca Juga: Kunci Jawaban PPG Modul 2 PSE Topik 2 Mengenai 3 Kategori Empati
FAQ: Dasar Pembelajaran dalam Berhubungan dengan Siswa dan Individu Lain di Sekolah
1. Apa yang dimaksud dengan dasar pembelajaran dalam berhubungan dengan siswa dan individu lain di sekolah?
Dasar pembelajaran dalam berhubungan dengan siswa dan individu lain di sekolah adalah kepedulian (caring). Nilai ini mencakup empati, perhatian, dan rasa tanggung jawab terhadap kesejahteraan orang lain. Guru yang memiliki sikap caring mampu membangun hubungan positif dengan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang aman, serta mendorong perkembangan sosial dan emosional peserta didik.
2. Mengapa kepedulian (caring) menjadi dasar dalam pembelajaran sosial emosional?
Kepedulian menjadi dasar karena sikap ini membantu guru memahami kebutuhan dan perasaan siswa. Dengan menunjukkan empati dan perhatian, guru dapat membangun suasana belajar yang hangat, inklusif, serta mendukung tumbuhnya rasa percaya diri dan motivasi siswa dalam belajar.
3. Apa itu Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)?
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dan guru dalam memahami serta mengelola emosi, membangun hubungan positif, menunjukkan empati, dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. PSE berperan penting dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dan menyenangkan.
4. Apa manfaat penerapan PSE di lingkungan sekolah?
Penerapan PSE memiliki banyak manfaat, di antaranya:
-
Membentuk iklim belajar yang positif dan inklusif.
-
Meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa.
-
Menumbuhkan hubungan harmonis antara guru dan siswa.
-
Mengurangi konflik dan perilaku negatif di sekolah.
-
Membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang berguna sepanjang hidup.
5. Nilai-nilai apa saja yang mendukung hubungan sosial emosional di sekolah selain kepedulian?
Selain kepedulian, nilai penting lainnya meliputi kebersamaan, kolaborasi, dan pemahaman. Kebersamaan menciptakan rasa memiliki antarwarga sekolah, kolaborasi mendorong kerja sama dan komunikasi efektif, sedangkan pemahaman menumbuhkan sikap saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.
6. Mengapa materi ini muncul dalam PPG 2025?
Materi ini termasuk dalam Modul 2 Topik 2 PPG 2025 karena pembelajaran sosial emosional (PSE) menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki guru profesional. Melalui modul ini, peserta PPG diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun hubungan sosial yang sehat dengan siswa dan masyarakat di dalam maupun luar lingkungan sekolah.
7. Di mana guru dapat menemukan latihan soal seperti ini?
Soal mengenai dasar pembelajaran sosial emosional ini dapat ditemukan di Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) saat peserta mengikuti pembelajaran mandiri PPG 2025. Artikel ini bisa dijadikan referensi atau panduan dalam memahami konteks dan makna dari setiap jawaban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








