Siklus Air: Proses Alam yang Menggerakkan Kehidupan di Bumi
Eko Krisyanto | 11 Desember 2025, 17:51 WIB

AKURAT.CO Siklus air adalah rangkaian proses alami yang mendistribusikan air di seluruh planet dari lautan ke atmosfer, ke daratan, lalu kembali lagi.
NASA menjelaskan bahwa air di Bumi dapat berada dalam tiga wujud, yakni cairan (di lautan, sungai, dan tanah), padat (di es dan salju), dan gas (uap air di atmosfer).
Siklus ini bermula saat sinar matahari memanaskan permukaan lautan, danau, atau sungai, serta es dan salju yang kemudian mencair.
Proses ‘evaporasi’ (penguapan) mengubah air cair menjadi uap air yang naik ke atmosfer. Selain itu, tanaman juga melepaskan uap lewat ‘transpirasi.’
Saat uap air naik ke udara yang lebih dingin, dia akan mengalami ‘kondensasi’ berubah kembali menjadi cairan dan membentuk awan.
Ketika awan menjadi penuh, air akan jatuh sebagai presipitasi (hujan atau salju), mengisi sungai, danau, tanah, serta kembali ke laut dan es. Namun, es-es di kutub dan gletser mencair lebih banyak daripada yang bisa tergantikan oleh salju, akibat pemanasan global.
Mengapa siklus air sangat penting? Semua makhluk hidup bergantung pada air untuk minum, bertani, dan menjaga ekosistem.
NASA memiliki berbagai misi satelit untuk memantau siklus air ini.
Satelit seperti SMAP memeriksa kelembapan tanah, sedangkan GPM mengamati presipitasi dan CloudSat mempelajari formasi awan.
Selain itu, perubahan iklim global membawa risiko nyata, yakni naiknya permukaan laut akibat es kutub yang mencair, kekeringan yang lebih sering, dan banjir yang semakin tak terduga karena distribusi air yang terganggu.
NASA juga menggunakan misi-misi seperti Jason-3 dan GRACE-FO untuk melacak perubahan-perubahan tersebut dan memetakan pengaruhnya terhadap iklim dan kehidupan di Bumi.
Dengan semakin jelasnya dampak perubahan iklim terhadap siklus air, penting bahwa masyarakat dunia terus memahami, memonitor, dan bertindak agar menjaga keseimbangan alam yang kritis ini.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








