Akurat
Pemprov Sumsel

OSO Minta Wisudawan Unoso Terus Tingkatkan Pengalaman dan Ilmu Pengetahuan

Mukodah | 22 Januari 2026, 21:59 WIB
OSO Minta Wisudawan Unoso Terus Tingkatkan Pengalaman dan Ilmu Pengetahuan

AKURAT.CO Universitas OSO atau Unoso menggelar wisuda kedua di Pontianak Convention Center (PCC), Kalimantan Barat, Kamis (22/1/2026).

Prosesi wisuda kali ini berlangsung khidmat dan penuh haru.

Sidang wisuda Unoso dihadiri langsung Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Dr. Oesman Sapta Odang (OSO), beserta istri Serviati Oesman.

Sidang juga dihadiri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD; akademisi Rocky Gerung; Gubernur Kalbar, Ria Norsan; dan Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan.

Turut hadir Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto; Rektor Unoso, Yarlina Yacoub; Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Garuda Wiko; mantan Kepala Pelaksana Harian BNN, Komjen (Purn) Gories Mere; serta unsur Forkopimda Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, OSO berpesan para wisudawan/wisudawati dan mahasiswa Unoso menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya masyarakat daerah. Dia menegaskan bahwa mahasiswa harus berpihak pada kebenaran.

"Kepada para lulusan Unoso, teruslah bermanfaat untuk sesama, untuk daerah maju," ujarnya.

OSO menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kalbar karena telah diterima dan diizinkan untuk membangun fasilitas pendidikan di wilayahnya. Ia pun menekankan pentingnya sistem pendidikan dan pengalaman.

Menurutnya, selain menimba ilmu melalui pendidikan dan buku, pengalaman sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan mencapai keberhasilan. OSO menyebut sistem pendidikan dan pengalaman sama-sama penting dan sangat dibutuhkan.

Baca Juga: OSO Ucapkan Selamat ke Megawati yang Jadi Ketum PDIP Lagi: Beliau Sosok yang Mencintai Rakyat

"Pendidikan sangat penting, tapi mahasiswa juga harus menempa diri dengan pengalaman. Anda harus berpikir tajam tentang bagaimana membangun sistem yang anda pelajari. Untuk itu, anda tidak hanya harus baca buku untuk lulus tapi harus mencari pengalaman yang bisa menambah ilmu anda," jelasnya.

Mantan Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, Unoso yang dibangunnya memang tidak besar. Sebab, pihaknya tidak mengejar jumlah tapi kualitas sumber daya manusia yang mumpuni

"Saya mau 50 sampai 100 orang saja tapi berkualitas. Unoso harus membangun kualitas yang berasal dari Kalbar," ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Mahfud MD mengucapkan selamat kepada Unoso, yang dalam waktu enam tahun sudah melakukan dua kali wisuda.

"Sangat produktif menyediakan kaum terdidik dengan idealisme yang siap membangun bangsa. Selamat Unoso telah mengantar Indonesia ke depan yang lebih baik," katanya.

Menurut Mahfud, setelah lulus dari laboratorium akademis, para wisudawan/wisudawati akan masuk ke dalam laboratorium kehidupan. Dia mengingatkan bahwa kegagalan di laboratorium akademis bisa diperbaiki, namun kegagalan dalam laboratorium masyarakat tidak bisa diperbaiki.

"Tergantung kerusakan yang membuat anda gagal itu dalam laboratorium masyarakat, kalau rusaknya sedikit tetap menjadi noda, kalau besar ya menjadi besar. Sebab itu, banyak orang hebat secara akdemik, tapi gagal di laboratorium kehidupan. Bukan hanya tidak berperan dalam masyarakat, bahkan kadang merusak kehidupan di dalam masyarakat," jelasnya.

Karena itu, Mahfud menekankan, para wisudawan/wisudawati harus mampu membangun integritas diri agar sukses dalam laboratirum kehidupan. Bukan sekadar mengandalkan ijazah.

Baca Juga: OSO Optimis Pramono-Rano Mampu Sejahterakan Warga Jakarta

"Kadang kala kalau hanya mengandalkan ijazah, orang bisa cari ijazah dengan cara tidak benar. Oleh sebab itu, yang terpenting adalah integritas. Integritas itu kejujuran, sikap untuk melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan apa yang diucapkan, dipikirkan, kemudian dilaksanakan dalam tindakan," terangnya.

Mahfud menambahkan, integritas adalah bertemunya antara intelektual dengan moralitas.

"Kata Pak Rocky, ijazah tanda kuliah di kampus, belum tentu tanda orang berpikir. Integritas itu kejujuran, bertemunya intelektualitas dengan moralitas. Bertemunya otak dan watak," ujarnya.

Diingatkan Mahfud, mahasiswa yang baru lulus adalah gelombang baru menuju Indonesia baru atau Indonesia Emas 2045.

"Tidak apa-apa sedikit, karena baru berdiri. Dalam sejarah, perubahan selalu dimulai dari yang kecil," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas OSO, Dr. Yarlina Yacoub, memberi selamat kepada wisudawan. Menurut dia, wisuda adalah tonggak awal untuk berkembang di dunia luar.

"Hari ini kami meluluskan 46 wisudawan. Yakni 32 dari Prodi Manajemen, 13 dari Prodi Hukum, dan satu Prodi IPA dan Kelautan," ujarnya.

Yarlina menjelaskan, para wisudawan ini adalah mahasiswa angkatan pertama dan kedua. Pada 2020 Unoso berdiri dengan tiga program studi (prodi) yakni ilmu manajemen, hukum, dan kelautan. Tahun 2024, Unoso menambah dua prodi yakni kimia dan biologi.

Baca Juga: OSO Pertanyakan Efektivitas Reshuffle Kabinet Jokowi di Penghujung Masa Jabatan

Di tahun 2026, kembali ditambah tiga prodi, yakni sistem teknologi informasi, bisnis digital, administrasi rumah sakit.

"Total sudah delapan prodi. Semoga tahun berikutnya bertambah sesuai dengan kebutuhan daerah dan dunia kerja," harapnya.

Lebih lanjut, Yarlina berkomitmen untuk membawa Unoso ke level internasional. Saat ini, pihaknya sudah bekerja sama dengan Unimas Malaysia dan mengundang dosen tamu dari berbagai uniersitas luar negeri.

"Kami siapkan lulusan terbaik agar bisa bersaing. Terima kasih Pak OSO atas perhatiannya terhadap pendidikan dan peningkatan SDM daerah," katanya.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, berharap para wisudawan Unoso dapat turut membangun dan bermanfaat bagi daerah. Dia juga mengapresiasi Unoso yang turut mencetak kualitas sumber daya manusia (SDM) Kalbar.

"Unoso harus berkolaborasi dengan dunia usaha dan industri, agar tercipta SDM berkualitas yang siap masuk dunia kerja. Jadi pemimpin, berkarya, yang turut bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan daerah," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK