Profil Rachmat Pambudy, Kepala Bappenas Berlatar Guru Besar IPB

AKURAT.CO Rachmat Pambudy merupakan sosok dengan rekam jejak panjang di dunia akademik, pemerintahan, dan organisasi pertanian.
Dia dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan penguatan sektor agribisnis dan pembangunan sumber daya manusia.
Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Rachmat Pambudy dipercaya menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Penasaran seperti apa biografi lengkap Rachmat Pambudy? Simak rinciannya di bawah ini!
Baca Juga: Temui Suharso, Menteri PPN Rahcmat Pambudy Bahas Strategi Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Profil Singkat Rachmat Pambudy
Nama lengkap: Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 23 Desember 1959
Pekerjaan: Akademisi, Birokrat, Politikus
Jabatan: Menteri PPN/Kepala Bappenas (2024–2029)
Bidang keahlian: Agribisnis, kewirausahaan, penyuluhan pembangunan
Latar Belakang Pendidikan
Rachmat Pambudy menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tingginya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Fokus studinya konsisten pada pembangunan dan pertanian.
S1: Peternakan, IPB University (1983)
S2: Komunikasi Pembangunan, IPB University (1988)
S3: Penyuluhan Pembangunan, IPB University (1999)
Perjalanan Karier di Pemerintahan
Karier Rachmat Pambudy di pemerintahan dimulai saat Bungaran Saragih menjabat Menteri Pertanian pada tahun 2000. Dirinya dipercaya sebagai staf ahli yang menangani pengembangan agribisnis nasional.
Pada periode berikutnya, Rachmat dipindahtugaskan untuk membidangi hubungan antar-lembaga hingga 2004. Pengalaman ini memperluas pemahamannya dalam koordinasi kebijakan lintas sektor.
Selain itu, dia menjabat Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog sejak 2003 hingga 2007. Peran tersebut memperkuat keterlibatannya dalam isu pangan dan distribusi nasional.
Aktivitas Organisasi dan Keterkaitan Politik
Rachmat Pambudy aktif dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Dia sempat menjabat Sekretaris Jenderal sebelum menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina sejak 2015.
Pada periode 2010–2015, dia mendampingi Prabowo Subianto sebagai Wakil Ketua Umum HKTI. Keterlibatannya bersifat organisatoris dan profesional.
Meski sering dikaitkan dengan Partai Gerindra sejak 2008, Rachmat bukan anggota resmi partai. Dia tetap dikenal sebagai figur nonpartisan berbasis keahlian.
Pasca Pilpres 2009, Rachmat sempat masuk bursa calon Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Bersatu II. Namun, usulan tersebut tidak berlanjut.
Pada 2024, Rachmat Pambudy dipercaya menjabat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Dalam pemerintahan, dia dikenal mengusung pendekatan berbasis riset dan pembangunan jangka panjang. Fokusnya mencakup pertanian, SDM, dan perencanaan nasional berkelanjutan.
Baca Juga: IPB: Penerapan Ekonomi Sirkuler di Industri Sawit Berdampak Positif ke Lingkungan
Karier Akademik di IPB University
Di dunia akademik, Rachmat Pambudy dikenal sebagai dosen agribisnis di IPB University. Dirinya aktif dalam pengajaran, penelitian, dan pengembangan kebijakan pembangunan.
Pada 2022, Rachmat ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Penyuluhan Pembangunan. Pengukuhan ini menegaskan kontribusinya di bidang akademik nasional.
Dalam orasi ilmiahnya, dia mengangkat tema transformasi petani menjadi wiratani (agripreneur). Gagasan ini menekankan ekonomi inklusif berbasis pertanian.
Peran di Sektor Korporasi
Selain akademisi dan birokrat, Rachmat juga berkiprah di dunia korporasi. Sejak 2018, ia menjabat Komisaris Independen PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) Tbk.
Perusahaan tersebut mengelola perkebunan sawit di Kalimantan Tengah. Pengalaman ini memperkaya perspektif kebijakan sektor industri dan perkebunan.
Amalia Febriyani (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






