Akurat Logo

DPR Pertanyakan Wacana Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kemendikdasmen Bakal Dipanggil

Saeful Anwar | 30 Mei 2026, 15:09 WIB
DPR Pertanyakan Wacana Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kemendikdasmen Bakal Dipanggil
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian.

AKURAT.CO Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pengajaran Bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia mulai menuai perhatian dari kalangan parlemen.

Komisi X DPR berencana meminta penjelasan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait arah kebijakan tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menilai setiap perubahan dalam sistem pendidikan harus disertai perencanaan yang jelas dan kesiapan pelaksanaan yang terukur.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan bagaimana konsep pengajaran Bahasa Prancis akan diterapkan di sekolah serta sejauh mana kesiapan tenaga pengajar dan kurikulumnya.

"Jangan sampai muncul kesan bahwa kebijakan pendidikan lahir karena momentum hubungan internasional, tetapi belum memiliki peta jalan yang jelas untuk dijalankan di lapangan," kata Lalu, Jumat (29/5/2026).

Politikus PKB itu mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya juga pernah menggulirkan gagasan penguatan Bahasa Portugis di sekolah usai pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat langkah konkret maupun regulasi yang mengatur implementasinya.

Karena itu, DPR ingin memastikan rencana pengajaran Bahasa Prancis tidak mengalami nasib serupa.

Komisi X berencana mengangkat isu tersebut dalam rapat kerja mendatang bersama jajaran Kemendikdasmen.

Lalu menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing memang penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat global.

Namun kebijakan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, kesiapan kurikulum, serta ketersediaan guru yang kompeten.

Baca Juga: ASG Dorong PIK 2 Jadi Simpul Transportasi Modern Berbasis Terminal Terintegrasi

Menurutnya, apabila kesiapan nasional belum memadai, pemerintah dapat menerapkan kebijakan secara bertahap atau menjadikannya sebagai mata pelajaran pilihan terlebih dahulu.

"Yang terpenting adalah kesiapan sistemnya. Jangan sampai kebijakan sudah diumumkan, tetapi perangkat pendukungnya belum tersedia," ujarnya.

Wacana pengajaran Bahasa Prancis mencuat saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis.

Dalam pidatonya di Istana Élysée, Paris, Prabowo menyampaikan keinginannya agar Bahasa Prancis mulai dipelajari di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua negara.

Presiden menilai kerja sama Indonesia dan Prancis memiliki prospek besar, terutama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Karena itu, peningkatan kemampuan bahasa dinilai dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Saat ini, Bahasa Inggris masih menjadi satu-satunya bahasa asing yang berstatus mata pelajaran wajib nasional di tingkat SMP hingga SMA.

Pemerintah bahkan telah menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai jenjang SD yang akan diterapkan secara bertahap mulai tahun ajaran 2027/2028.

Di tengah rencana tersebut, DPR meminta pemerintah menyusun kebijakan bahasa asing secara komprehensif agar sejalan dengan kebutuhan pendidikan nasional dan tidak sekadar menjadi respons atas momentum diplomasi internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.