Akurat Logo

BPDP Buka Beasiswa SDM Sawit 2026, Kuota Naik Jadi 5.000 Penerima

Saeful Anwar | 2 Juni 2026, 16:16 WIB
BPDP Buka Beasiswa SDM Sawit 2026, Kuota Naik Jadi 5.000 Penerima
Kegiatan Media Briefing Beasiswa SDM Sawit 2026 yang digelar di Ballroom BPDP, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

AKURAT.CO Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) segera membuka pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di sektor perkebunan kelapa sawit.

Pada tahun ini, BPDP meningkatkan kuota penerima beasiswa menjadi 5.000 orang, naik dari 4.000 penerima pada tahun sebelumnya.

Program tersebut didukung oleh 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Program Beasiswa SDM Sawit merupakan salah satu program pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan secara konsisten sejak 2016.

Hingga 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 13.265 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Peningkatan kuota pada 2026 menjadikan program ini sebagai penyelenggaraan beasiswa sawit terbesar sejak pertama kali dilaksanakan.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BPDP, Kementerian Pertanian, dan lembaga pendidikan mitra.

Dalam kegiatan Media Briefing Beasiswa SDM Sawit 2026 yang digelar di Ballroom BPDP, Jakarta, Selasa (2/6/2026), para narasumber menegaskan, industri sawit tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga menjadi sumber pembiayaan bagi pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.

Baca Juga: BGN Wajibkan SPPG Salurkan 300 porsi ke Ibu Hamil hingga Balita

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan peningkatan kuota beasiswa merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

"Selama BPDP berdiri, Program Beasiswa SDM Sawit akan tetap ada. Tahun ini BPDP meningkatkan kuota penerima menjadi 5.000 orang. Peningkatan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia memperoleh pendidikan tinggi dan menyiapkan SDM unggul yang akan menjadi penggerak industri sawit di masa depan," ujar Alfansyah.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi bukti bahwa sektor sawit memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Sementara itu, Direktur Politeknik CWE, Nugroho Kristono, menilai, sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan sektor perkebunan.

"Politeknik CWE bersama seluruh perguruan tinggi mitra BPDP berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang berkualitas dan berdaya saing. Program Beasiswa SDM Sawit menjadi instrumen penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, dan pemahaman yang kuat terhadap industri perkebunan modern," katanya.

Menurut Nugroho, keterlibatan 42 lembaga pendidikan dalam program tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu mendukung kemajuan dan keberlanjutan industri sawit nasional.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu fondasi utama keberlanjutan industri sawit Indonesia.

"Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang membutuhkan dukungan SDM berkualitas. Tantangan industri sawit ke depan semakin kompleks sehingga regenerasi talenta perkebunan harus dipersiapkan sejak sekarang. Program Beasiswa SDM Sawit menjadi langkah strategis pemerintah untuk mencetak generasi profesional yang mampu meningkatkan produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Surplus Dagang 72 Bulan Berlanjut, Impor Mesin Melonjak 19 Persen

Program Beasiswa SDM Sawit 2026 diperuntukkan bagi peserta yang akan menempuh pendidikan jenjang Diploma (vokasi) dan Sarjana (S1) di 42 lembaga pendidikan mitra.

Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya yang berasal dari keluarga pekebun, pekerja perkebunan, maupun masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor kelapa sawit.

Selain meningkatkan akses pendidikan, program ini juga diharapkan mampu memperkuat regenerasi SDM perkebunan, meningkatkan kompetensi lulusan, mendukung pembangunan ekonomi di daerah sentra perkebunan, serta menjaga daya saing dan keberlanjutan industri sawit Indonesia di tingkat global.

Pendaftaran Program Beasiswa SDM Sawit Tahun 2026 akan dibuka mulai 3 Juni 2026.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, jadwal, mekanisme seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui laman sdmperkebunan.bpbp.or.id.

Dengan kuota sebanyak 5.000 penerima dan dukungan 42 lembaga pendidikan mitra, BPDP berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak generasi muda Indonesia sekaligus memperkuat regenerasi SDM perkebunan yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.