Akurat Logo

Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak SPMB 2026 untuk SMA dan SMK

Nurma Nafisa Faradilla | 3 Juni 2026, 13:16 WIB
Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak SPMB 2026 untuk SMA dan SMK
Pendaftaran SPMB 2026. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

AKURAT.CO Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA dan SMK Negeri telah dibuka di berbagai daerah. Selain menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, rapor, dan ijazah, calon peserta didik juga perlu melengkapi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

Dokumen ini menjadi salah satu persyaratan penting dalam proses pendaftaran karena berfungsi sebagai pernyataan resmi dari orang tua atau wali mengenai keabsahan data yang digunakan selama seleksi SPMB.

Baca Juga: Ikut Promosikan Hanania Group, Keanu hingga Karin Novilda Bakal Diperiksa Polisi Terkait Penipuan Umrah

Lantas, seperti apa contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak SPMB 2026 untuk SMA dan SMK? Simak penjelasan lengkap berikut.

Apa Itu Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM)?

SPTJM adalah surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani oleh orang tua atau wali calon murid sebagai bentuk tanggung jawab atas kebenaran seluruh data dan dokumen yang diunggah saat pendaftaran SPMB.

Melalui surat ini, orang tua menyatakan bahwa seluruh dokumen yang digunakan, seperti KK, akta kelahiran, rapor, hingga sertifikat prestasi, merupakan dokumen asli dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika di kemudian hari ditemukan data palsu atau tidak sesuai, pihak pendaftar bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Fungsi SPTJM dalam Pendaftaran SPMB 2026?

Berikut beberapa fungsi utama Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak:

  • Menjamin keabsahan dokumen yang diunggah saat pendaftaran.

  • Mencegah praktik pemalsuan data dan manipulasi dokumen.

  • Menjadi bukti tanggung jawab hukum dari orang tua atau wali.

  • Mendukung proses verifikasi berkas oleh panitia SPMB.

  • Menjaga transparansi dan keadilan dalam proses seleksi.

Dokumen yang Biasanya Disertai SPTJM

SPTJM umumnya dilampirkan bersama beberapa dokumen berikut:

  • Kartu Keluarga (KK)

  • Akta Kelahiran

  • Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL)

  • Rapor

  • Pas foto terbaru

  • Sertifikat prestasi (jalur prestasi)

  • Kartu PIP atau bukti DTKS (jalur afirmasi)

  • Surat mutasi orang tua/wali (jalur mutasi)

Baca Juga: Misbakhun: Konsolidasi Perbankan Tak Bisa Hanya Bertumpu pada Modal

Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak SPMB 2026

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK (SPTJM)

SPMB Tahun Ajaran 2026/2027

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Alamat :

Pekerjaan :

Selaku orang tua/wali dari calon murid yang mengikuti proses seleksi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027:

Nama :

NISN :

Alamat :

Asal Sekolah :

Dengan ini menyatakan bahwa:

  1. Seluruh data dan dokumen yang digunakan dalam proses pendaftaran SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 adalah benar, sah, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

  2. Apabila di kemudian hari ditemukan bahwa data atau dokumen yang saya sampaikan tidak benar, tidak sah, atau mengandung unsur pemalsuan, saya bersedia menerima segala konsekuensi dan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, termasuk pembatalan hasil seleksi peserta didik yang bersangkutan.

Demikian Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

................., Juni 2026

Yang Membuat Pernyataan,

Materai Rp10.000

(Tanda Tangan)

Nama Orang Tua/Wali

Cara Mengisi SPTJM SPMB 2026

Agar tidak terjadi kesalahan saat verifikasi, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Isi Data Sesuai Dokumen Resmi

Pastikan nama, alamat, dan identitas calon murid sesuai dengan data pada KK, akta kelahiran, dan dokumen resmi lainnya.

2. Gunakan Materai yang Berlaku

SPTJM umumnya harus ditandatangani di atas materai Rp10.000 sebagai bentuk pengesahan pernyataan.

3. Tulis dengan Jelas dan Lengkap

Hindari penggunaan singkatan yang dapat menimbulkan perbedaan data saat proses verifikasi.

4. Periksa Kembali Sebelum Diunggah

Pastikan tidak ada kesalahan penulisan NISN, nama sekolah asal, atau alamat domisili.

Apa Sanksi Jika Data dalam Sistem SPTJM Tidak Benar?

Karena bersifat pernyataan resmi, pelanggaran terhadap isi SPTJM dapat berakibat serius. Beberapa sanksi yang umumnya diterapkan meliputi:

  • Pembatalan status peserta SPMB.

  • Pencabutan kelulusan hasil seleksi.

  • Pembatalan hak sebagai calon murid baru.

  • Proses hukum apabila ditemukan unsur pemalsuan dokumen.

Oleh karena itu, orang tua dan calon peserta didik harus memastikan seluruh informasi yang disampaikan benar dan sesuai kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Cara Menghitung Peluang Lolos SPMB Jateng 2026, Cek Sebelum Memilih Sekolah Tujuan

Baca Juga: Indonesia Tak Peroleh Penghargaan dalam Penyelenggaraan Haji 2026, Ini Sebabnya

FAQ

Apakah SPTJM wajib untuk semua jalur SPMB 2026?

Pada umumnya iya. Banyak daerah mewajibkan SPTJM sebagai salah satu dokumen pendukung pendaftaran di seluruh jalur seleksi.

Apakah SPTJM harus menggunakan materai?

Sebagian besar penyelenggara SPMB mensyaratkan penggunaan materai Rp10.000. Namun, ketentuan dapat berbeda di setiap daerah.

Siapa yang menandatangani SPTJM?

SPTJM ditandatangani oleh orang tua atau wali calon peserta didik.

Apakah format SPTJM sama di semua daerah?

Tidak selalu. Setiap provinsi atau kabupaten/kota dapat menyediakan format resmi masing-masing.

Apa yang terjadi jika data dalam SPTJM terbukti palsu?

Peserta dapat dinyatakan gugur dari proses seleksi dan berpotensi dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.