Akurat Logo

Proses Terbentuknya Kawah Gunung Berapi

Redaksi Akurat | 13 Juni 2026, 22:14 WIB
Proses Terbentuknya Kawah Gunung Berapi
Merapi

AKURAT.CO Gunung berapi adalah salah satu fenomena alam paling dahsyat di Bumi.

Saat terjadi letusan, tidak hanya material vulkanik yang keluar, tetapi juga terbentuk cekungan khas di puncak gunung yang disebut kawah.

Kawah ini merupakan jejak aktivitas vulkanik yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu panjang.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Gunung Berapi Meletus dan Deretan Paling Aktif di Indonesia

Awal Aktivitas

Proses terbentuknya kawah berawal dari ruang magma yang terletak jauh di bawah permukaan bumi.

Dari ruang inilah magma atau batuan cair panas yang bercampur dengan gas vulkanik bergerak naik melalui saluran utama menuju permukaan.

Tekanan besar dari gas yang terperangkap membuat magma terdorong ke luar, memicu letusan gunung berapi.

Pembentukan Kawah

Ketika magma berhasil mencapai permukaan, ia keluar melalui lubang utama yang berada di puncak gunung.

Bersama magma, gas vulkanik pun terlepas ke atmosfer. Magma yang keluar disebut lava, dan alirannya, bersama abu serta material vulkanik lain, akan menumpuk di sekitar lubang erupsi.

Seiring waktu, tumpukan material ini membentuk kerucut gunung berapi dengan kawah di bagian atasnya sebagai jalur keluarnya magma.

Akumulasi Material Vulkanik

Letusan demi letusan akan menambah lapisan baru berupa lava yang mengeras, abu vulkanik, serta batuan pijar.

Lapisan inilah yang memperbesar dan mempertegas bentuk kawah. Setiap kali terjadi erupsi, kawah bisa bertambah lebar atau dalam, tergantung kekuatan dan jenis letusannya.

Dari Kawah ke Kaldera

Tidak semua gunung berapi berhenti pada pembentukan kawah sederhana. Pada letusan yang sangat besar dan eksplosif, ruang magma bisa terkuras begitu banyak hingga kosong.

Kondisi ini membuat bagian atas gunung kehilangan penopang dan akhirnya runtuh ke bawah. Runtuhan tersebut menciptakan depresi besar yang disebut kaldera.

Perbedaan mendasar antara kawah dan kaldera terletak pada ukurannyaka, wah lebih kecil, sedangkan kaldera bisa mencapai beberapa kilometer lebarnya.

Baca Juga: Enam Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Siaga dan Awas, dalam Pengawasan Penuh Pemerintah

Terbentuknya Danau Kawah

Seiring berjalannya waktu, kawah yang terbentuk dapat terisi air hujan maupun aliran air tanah.

Inilah yang kemudian melahirkan danau kawah, yang sering tampak indah dengan warna biru, hijau, bahkan kadang kekuningan akibat kandungan mineral vulkanik.

Danau kawah tidak hanya menjadi daya tarik alam, tetapi juga menyimpan potensi bahaya karena bisa mengandung air asam dan gas beracun.

Bunga Adinda (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R