Akurat Logo

Perjanjian Giyanti dan Pembagian Wilayah Mataram

Redaksi Akurat | 19 Juni 2026, 22:24 WIB
Perjanjian Giyanti dan Pembagian Wilayah Mataram
Kerajaan Mataram

AKURAT.CO Perjanjian Giyanti merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang mengubah peta politik Pulau Jawa pada abad ke-18.

Perjanjian ini mengakhiri konflik internal yang terjadi di lingkungan Kerajaan Mataram.

Karena itu, banyak orang ingin memahami Perjanjian Giyanti dan pembagian wilayah Mataram serta dampaknya terhadap perkembangan kerajaan-kerajaan di Jawa.

Baca Juga: Peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang Masih Berdiri Kokoh hingga Kini

Latar Belakang Perjanjian Giyanti

Pada pertengahan abad ke-18, Kerajaan Mataram mengalami konflik perebutan kekuasaan yang melibatkan beberapa pihak.

Perselisihan tersebut berlangsung cukup lama dan melemahkan stabilitas kerajaan.

Untuk mengakhiri konflik, dilakukan perundingan yang kemudian menghasilkan Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.

Isi Perjanjian Giyanti

1. Pembagian Kerajaan Mataram

Perjanjian Giyanti membagi wilayah Kerajaan Mataram menjadi dua bagian utama.

Wilayah tersebut meliputi:

● Kesultanan Yogyakarta

● Kasunanan Surakarta

2. Pengakuan Kekuasaan

Masing-masing wilayah memiliki pemimpin yang diakui secara resmi sesuai hasil perjanjian.

3. Berakhirnya Konflik Internal

Perjanjian ini bertujuan menghentikan pertikaian yang berkepanjangan di lingkungan Kerajaan Mataram.

Baca Juga: Mengenal Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan yang Berjaya dengan Konsep Agraria

Dampak Perjanjian Giyanti

1. Berakhirnya Kesatuan Mataram

Kerajaan Mataram tidak lagi berdiri sebagai satu kesatuan politik yang utuh.

2. Munculnya Dua Pusat Kekuasaan

Yogyakarta dan Surakarta berkembang menjadi pusat pemerintahan yang berbeda.

3. Perubahan Politik di Jawa

Pembagian wilayah tersebut memengaruhi dinamika politik dan pemerintahan di Pulau Jawa pada masa berikutnya.

Memahami Perjanjian Giyanti dan pembagian wilayah Mataram penting untuk mengetahui perubahan besar dalam sejarah politik Jawa. Peristiwa ini menjadi titik penting yang membentuk perkembangan kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Reiviena Bellia Agitha (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R