Akurat Logo

UIN Jakarta Jadi Tuan Rumah AIUA 2026, Dorong Integrasi Sains, Teknologi, dan Perdamaian Global

Saeful Anwar | 24 Juni 2026, 18:47 WIB
UIN Jakarta Jadi Tuan Rumah AIUA 2026, Dorong Integrasi Sains, Teknologi, dan Perdamaian Global
Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Jusuf Kalla.

AKURAT.CO UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tuan rumah International Seminar and The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026.

Mengusung tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development”, forum ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi Islam, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara di Asia.

Dalam pidato utamanya, Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Jusuf Kalla, menegaskan pentingnya transformasi pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kemajuan sains, teknologi, dan ekonomi.

“Kekuatan kita tidak akan maksimal jika hanya bertumpu pada aspek agama tanpa kemajuan teknologi dan ekonomi. Ekonomi yang kuat menjadi fondasi bagi keberlangsungan dakwah dan kehidupan sosial. Tanpa penguasaan teknologi dan semangat kewirausahaan, sulit bagi sebuah negara mencapai kemajuan,” ujar Jusuf Kalla.

Menurutnya, doa “Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah” harus dimaknai sebagai dorongan untuk meraih kemajuan dan kesejahteraan dunia sebagai bekal menuju kebahagiaan akhirat.

Rektor UIN Jakarta sekaligus Presiden AIUA, Prof. Asep Saepudin Jahar, menegaskan perguruan tinggi Islam harus meninggalkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

“Kami tidak lagi mengenal pemisahan antara ilmu agama dan sains. Keduanya harus terintegrasi untuk melahirkan lulusan yang menguasai teknologi, memiliki semangat kewirausahaan, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan global,” kata Asep.

Baca Juga: Harry Kane: Kami Mengendalikan Pertandingan, Tapi Tidak Klinis di Depan Gawang

Ia menambahkan, AIUA 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi Islam di kawasan ASEAN.

Forum ini diikuti lebih dari 40 perguruan tinggi dari tujuh negara, termasuk Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Menurut Asep, asosiasi tersebut tengah merumuskan langkah konkret dalam memperkuat diplomasi akademik sebagai kontribusi perguruan tinggi Islam terhadap penyelesaian berbagai tantangan global dan konflik regional.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya peran kampus dalam membangun perdamaian melalui penguatan kapasitas intelektual dan kemandirian ekonomi.

“Dalam dunia yang semakin kompleks, perdamaian adalah pilihan rasional. Kampus Islam harus mampu menyuarakan perdamaian dunia dengan basis kekuatan intelektual dan ekonomi yang kuat,” ujarnya.

Di sela kegiatan, Asep turut menyampaikan perkembangan proses transformasi kelembagaan UIN Jakarta menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

“PTNBH merupakan instrumen penting agar UIN Jakarta menjadi lebih mandiri, adaptif, dan kompetitif. Semangat kewirausahaan yang disampaikan Bapak Jusuf Kalla sejalan dengan visi kami untuk menjadikan kampus sebagai pusat inovasi, teknologi, dan pengabdian masyarakat,” jelasnya.

Rangkaian AIUA 2026 yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution akan ditutup dengan Sidang Umum Tahunan AIUA ke-15 pada 25 Juni 2026.

Pertemuan tersebut dijadwalkan menetapkan Rencana Strategis AIUA 2026–2028 serta menghasilkan rekomendasi kebijakan terkait peran perguruan tinggi Islam dalam mewujudkan perdamaian, pembangunan inklusif, dan daya saing global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.