Akurat Logo

8 Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Gerhana Matahari Total agar Mata Tetap Aman

Nurma Nafisa Faradilla | 3 Agustus 2026, 11:50 WIB
8 Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Gerhana Matahari Total agar Mata Tetap Aman
Gerhana matahari total. - Magnific

AKURAT.CO Gerhana matahari total yang akan terjadi pada Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi yang paling dinantikan masyarakat di berbagai belahan dunia. Momen langka ini diperkirakan menarik perhatian banyak orang untuk menyaksikannya secara langsung, baik dari wilayah yang dilintasi jalur gerhana maupun melalui siaran daring.

Meski menawarkan pemandangan yang spektakuler, ada sejumlah hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat mengamati gerhana matahari total. Mulai dari melihat Matahari tanpa pelindung mata khusus hingga menggunakan alat yang tidak sesuai, kesalahan tersebut dapat membahayakan kesehatan mata.

Karena itu, penting memahami cara menyaksikan gerhana dengan aman sebelum fenomena ini berlangsung.

Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 3 Agustus 2026

1. Jangan Melihat Matahari Tanpa Pelindung Mata Khusus

Kesalahan paling berbahaya saat gerhana matahari adalah melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata yang sesuai standar.

Pada fase gerhana sebagian, cahaya Matahari masih sangat kuat dan dapat merusak retina tanpa menimbulkan rasa sakit. Pengamatan tanpa pelindung hanya aman dilakukan saat fase totalitas, yaitu ketika seluruh permukaan Matahari benar-benar tertutup Bulan dan hanya berlangsung beberapa menit.

2. Jangan Menggunakan Pelindung Mata yang Tidak Sesuai

Kacamata hitam biasa, kaca film, film sinar-X, kaca berasap, maupun alat improvisasi lainnya tidak mampu melindungi mata dari radiasi Matahari.

Gunakan hanya kacamata atau filter matahari yang memenuhi standar keselamatan internasional ISO 12312-2 agar pengamatan berlangsung aman.

3. Jangan Terlalu Sibuk dengan Ponsel atau Kamera

Banyak orang ingin mengabadikan momen gerhana, tetapi jangan sampai seluruh perhatian tersita oleh kamera atau ponsel.

Fase totalitas hanya berlangsung singkat. Luangkan waktu untuk menikmati perubahan suasana secara langsung, mulai dari langit yang mendadak gelap, suhu udara yang menurun, hingga panorama alam yang berubah secara dramatis.

Baca Juga: SC Muktamar Tegaskan Aturan Larang Menteri Aktif Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

4. Jangan Mengabaikan Keselamatan Saat Berkendara

Jika harus bepergian menuju lokasi pengamatan, rencanakan perjalanan dengan baik.

Datang lebih awal dan parkir di tempat yang aman. Hindari berhenti mendadak di bahu jalan, jembatan, atau terowongan karena dapat membahayakan pengguna jalan lain dan memicu kemacetan.

5. Jangan Memasuki Area yang Tidak Diizinkan

Pilih lokasi pengamatan yang memang terbuka untuk umum atau telah disediakan sebagai titik pengamatan.

Jangan memasuki lahan pribadi tanpa izin atau area yang dilarang karena dapat menimbulkan masalah dengan pemilik lahan maupun petugas setempat.

6. Jangan Meninggalkan Sampah di Lokasi Pengamatan

Apabila menyaksikan gerhana di kawasan wisata atau alam terbuka, pastikan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Bawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan dan hindari merusak vegetasi atau mengganggu satwa liar. Dengan begitu, lokasi tersebut tetap terjaga untuk dinikmati oleh pengunjung lainnya.

7. Jangan Menggunakan Lampu Kilat Saat Memotret

Penggunaan lampu kilat saat memotret gerhana umumnya tidak diperlukan.

Selain tidak memberikan manfaat pada hasil foto, lampu kilat juga dapat mengganggu orang lain yang sedang menikmati atau memotret fenomena tersebut.

8. Jangan Membiarkan Hewan Peliharaan Menatap Matahari

Meskipun hewan cenderung tidak menatap Matahari secara langsung, sebaiknya tetap tempatkan hewan peliharaan di area teduh atau di dalam ruangan selama gerhana berlangsung.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko paparan cahaya Matahari yang dapat membahayakan kesehatan mata mereka.

Tips Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Total

Agar pengalaman mengamati gerhana lebih aman dan nyaman, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2.

  • Ikuti informasi resmi mengenai waktu dan lokasi gerhana.

  • Pilih lokasi pengamatan yang aman dan tidak mengganggu lalu lintas.

  • Siapkan perlengkapan seperti topi, air minum, dan alas duduk jika berada di ruang terbuka.

  • Nikmati fase totalitas secara langsung tanpa terlalu fokus pada perangkat elektronik.

Gerhana matahari total merupakan fenomena astronomi yang jarang terjadi. Dengan memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari, masyarakat dapat menikmati momen langka ini secara aman sekaligus tetap menjaga kenyamanan orang lain dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dengan NIK, Bisa Lewat HP Tanpa Ribet

FAQ

Apakah boleh melihat gerhana matahari tanpa kacamata khusus?

Tidak boleh, kecuali saat fase totalitas ketika seluruh permukaan Matahari benar-benar tertutup Bulan. Di luar fase tersebut, gunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar keselamatan.

Apakah kacamata hitam cukup aman untuk melihat gerhana?

Tidak. Kacamata hitam biasa tidak mampu melindungi mata dari radiasi Matahari. Gunakan hanya kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2.

Mengapa tidak boleh melihat Matahari secara langsung saat gerhana?

Paparan cahaya Matahari dapat merusak retina mata secara permanen tanpa menimbulkan rasa sakit, sehingga berisiko menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Apa saja persiapan sebelum menyaksikan gerhana matahari total?

Siapkan kacamata gerhana bersertifikat, pilih lokasi pengamatan yang aman, datang lebih awal, dan ikuti informasi resmi mengenai waktu serta jalur pengamatan gerhana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.