Akurat Logo

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi, Ciri, Struktur, dan Cara Membuatnya

Idham Nur Indrajaya | 19 Agustus 2026, 07:52 WIB
Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi, Ciri, Struktur, dan Cara Membuatnya
Pengertian teks laporan hasil observasi, ciri, struktur, kaidah kebahasaan, contoh, dan cara membuat LHO dengan mudah. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Pernah mendapat tugas mengamati tumbuhan, hewan, lingkungan sekolah, atau fenomena tertentu, tetapi bingung bagaimana mengubah hasil pengamatan tersebut menjadi tulisan? Proses melihat dan mencatat objek sebenarnya baru merupakan tahap awal. Hasil pengamatan itu perlu diolah secara sistematis agar menjadi teks laporan hasil observasi yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ringkasan

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi informasi mengenai suatu objek, kondisi, atau fenomena berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan secara sistematis dan objektif. Informasi di dalamnya disajikan berdasarkan fakta sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai objek yang diamati.

Sederhananya, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:

observasi → pencatatan fakta → pengelompokan informasi → penyusunan laporan → teks laporan hasil observasi.

Karena disusun berdasarkan pengamatan, teks LHO tidak seharusnya berisi pendapat pribadi yang tidak dapat dibuktikan. Fokusnya adalah menyampaikan informasi sebagaimana kondisi objek yang diamati.

Dalam sejumlah rujukan pembelajaran Bahasa Indonesia, teks laporan hasil observasi juga dikenal sebagai teks klasifikasi karena objek dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu.

Apa Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi?

Tujuan teks laporan hasil observasi adalah memberikan informasi dan penjelasan secara rinci mengenai suatu objek berdasarkan sudut pandang keilmuan dan hasil pengamatan.

Selain itu, teks LHO dapat digunakan untuk:

  • melaporkan hasil kegiatan pengamatan;

  • mendokumentasikan informasi mengenai objek yang diamati;

  • menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya;

  • memberikan dasar dalam memahami suatu objek atau fenomena;

  • membantu penyusunan keputusan atau pemecahan masalah berdasarkan hasil pengamatan.

Dengan demikian, LHO bukan hanya dibuat untuk memenuhi tugas sekolah. Dalam konteks yang lebih luas, kemampuan menyusun laporan berdasarkan data juga merupakan bagian dari keterampilan mengolah informasi.

Apa Saja Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi?

Ada beberapa karakteristik yang membedakan teks laporan hasil observasi dari jenis teks lainnya.

1. Bersifat objektif

Objektivitas berarti informasi yang ditulis harus sesuai dengan kondisi objek sebenarnya. Penulis tidak boleh mengubah hasil pengamatan hanya agar sesuai dengan pendapat pribadi.

Misalnya, jika mengamati tanaman di halaman sekolah dan menemukan sebagian daunnya menguning, kondisi tersebut perlu dituliskan apa adanya. Penulis tidak perlu menggantinya dengan pernyataan bahwa tanaman terlihat “sangat indah” karena kalimat tersebut merupakan penilaian subjektif.

2. Berdasarkan fakta

Informasi dalam LHO harus berasal dari hasil pengamatan atau sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan. Data tidak boleh dimanipulasi.

Perbedaan ini penting karena laporan hasil observasi bukan tulisan imajinatif. Jika sebuah laporan menyebut tanaman memiliki tinggi 2 meter, misalnya, angka tersebut harus berasal dari pengukuran atau data yang jelas.

3. Membahas objek secara spesifik

Teks laporan hasil observasi sebaiknya memiliki objek yang jelas. Semakin spesifik objeknya, semakin mudah pula aspek yang harus diamati ditentukan.

Misalnya, topik “lingkungan” terlalu luas. Topik tersebut dapat dipersempit menjadi “kondisi kebersihan lingkungan sekolah setelah jam istirahat”.

Pembatasan objek membantu pengamatan tetap sesuai dengan tujuan.

4. Disusun secara lengkap dan sistematis

Informasi dalam LHO tidak disusun secara acak. Pembaca perlu mendapatkan gambaran umum terlebih dahulu sebelum membaca rincian objek.

Karena itu, laporan biasanya bergerak dari informasi umum menuju informasi yang lebih spesifik.

5. Bersifat universal

Teks laporan hasil observasi harus berusaha menyajikan informasi secara umum dan tidak memihak pihak tertentu. Informasi yang disampaikan seharusnya dapat dipahami pembaca tanpa bergantung pada pendapat pribadi penulis.

6. Tidak mengandung prasangka

Penulis harus membedakan antara apa yang benar-benar diamati dan apa yang hanya diduga.

Contohnya, melihat tanaman layu merupakan hasil pengamatan. Namun, menyatakan tanaman tersebut layu karena kekurangan air merupakan kesimpulan yang membutuhkan bukti tambahan jika penyebabnya memang belum diamati.

Perbedaan sederhana ini menjadi salah satu kunci penting dalam penulisan LHO.

Apa Struktur Teks Laporan Hasil Observasi?

Secara umum, struktur teks laporan hasil observasi terdiri atas bagian yang memperkenalkan atau mengklasifikasikan objek, dilanjutkan dengan rincian aspek yang diamati. Dalam praktik pembelajaran, struktur tersebut juga sering dijelaskan dengan judul, pernyataan umum, deskripsi bagian, dan penutup atau kesimpulan.

1. Judul

Judul menunjukkan objek utama yang dibahas. Judul sebaiknya singkat, jelas, dan mencerminkan isi laporan.

Contohnya:

“Laporan Hasil Observasi Tumbuhan Lumut di Lingkungan Sekolah”

atau

“Karakteristik dan Habitat Kupu-Kupu di Taman Kota”

Judul yang spesifik akan membantu pembaca mengetahui fokus laporan sejak awal.

2. Pernyataan umum atau klasifikasi

Pernyataan umum merupakan bagian yang memberikan gambaran awal mengenai objek.

Bagian ini dapat berisi definisi, klasifikasi, jenis, karakteristik umum, atau informasi dasar lainnya.

Contohnya:

“Lumut merupakan tumbuhan non-vaskular yang hidup di tempat lembap. Tumbuhan ini termasuk dalam kelompok Bryophyta dan tidak memiliki akar sejati.”

Pembaca mendapatkan informasi umum terlebih dahulu sebelum masuk ke rincian objek.

3. Deskripsi bagian atau aspek yang dilaporkan

Bagian ini menguraikan objek secara lebih detail.

Aspek yang dijelaskan dapat berbeda bergantung pada objeknya. Misalnya, laporan mengenai hewan dapat membahas ciri fisik, habitat, makanan, dan perilaku. Sementara itu, laporan mengenai lingkungan dapat membahas kondisi fisik, kebersihan, aktivitas manusia, serta manfaatnya.

4. Penutup atau kesimpulan

Bagian akhir merangkum hasil pengamatan. Kesimpulan harus tetap berkaitan dengan data yang telah disampaikan.

Artinya, penulis tidak seharusnya membuat kesimpulan baru yang tidak memiliki hubungan dengan hasil observasi.

Apa Saja Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi?

Selain struktur, teks LHO memiliki karakteristik bahasa tertentu. Kaidah kebahasaannya antara lain sebagai berikut.

Kalimat definisi

Kalimat definisi digunakan untuk menjelaskan pengertian suatu objek atau istilah.

Kata yang sering digunakan antara lain adalah, merupakan, yaitu, dan termasuk.

Contoh:

“Kemangi adalah tumbuhan yang memiliki aroma khas dan sering digunakan sebagai bahan makanan.”

Verba relasional

Verba relasional menghubungkan subjek dengan informasi mengenai identitas, klasifikasi, atau karakteristiknya.

Contohnya adalah:

  • adalah;

  • merupakan;

  • termasuk;

  • terdiri atas;

  • digolongkan;

  • disebut.

Verba yang menjelaskan aktivitas

LHO juga dapat menggunakan kata kerja untuk menggambarkan perilaku atau aktivitas objek.

Misalnya:

  • hidup;

  • makan;

  • bertelur;

  • tumbuh;

  • berkembang;

  • membuat.

Konjungsi

Kata hubung digunakan untuk membuat informasi saling berkaitan. Contohnya dan, serta, tetapi, sedangkan, namun, atau, dan dengan.

Kalimat simpleks dan kompleks

Kalimat simpleks memiliki satu struktur utama, sedangkan kalimat kompleks memiliki lebih dari satu struktur.

Contoh kalimat simpleks:

“Lumut tumbuh di tempat lembap.”

Contoh kalimat kompleks:

“Lumut dapat tumbuh di permukaan yang lembap karena membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk berkembang.”

Istilah teknis

Jika objek yang diamati berkaitan dengan ilmu pengetahuan, LHO dapat menggunakan istilah teknis.

Misalnya, laporan mengenai tumbuhan dapat menggunakan istilah fotosintesis, akar, batang, pembuluh, atau klorofil.

Penggunaan istilah teknis membuat informasi lebih tepat, tetapi istilah yang kurang familiar sebaiknya dijelaskan agar tetap mudah dipahami.

Bagaimana Cara Membuat Teks Laporan Hasil Observasi?

Membuat LHO sebenarnya tidak dimulai dari menulis paragraf. Tahap terpenting justru terjadi sebelum penulisan, yaitu menentukan objek dan mengumpulkan data.

Berikut langkah yang dapat dilakukan.

  1. Tentukan objek observasi. Pilih objek yang jelas dan dapat diamati.

  2. Tentukan tujuan pengamatan. Tentukan informasi apa yang ingin diperoleh.

  3. Lakukan observasi secara teliti. Amati objek berdasarkan aspek yang relevan.

  4. Catat fakta dan data. Tuliskan hasil pengamatan, termasuk ukuran, jumlah, kondisi, atau karakteristik yang ditemukan.

  5. Tentukan aspek yang akan dilaporkan. Tidak semua hasil pengamatan harus dimasukkan.

  6. Kelompokkan informasi. Pisahkan informasi umum dan informasi rinci.

  7. Susun pernyataan umum. Mulailah dengan pengenalan atau klasifikasi objek.

  8. Tulis deskripsi bagian. Uraikan objek berdasarkan aspek yang telah dipilih.

  9. Tambahkan data pendukung. Gunakan angka atau informasi lain jika tersedia.

  10. Buat kesimpulan. Rangkum hasil pengamatan sesuai data.

  11. Periksa kembali laporan. Pastikan tidak ada opini, data yang tidak jelas, atau informasi yang keluar dari tujuan observasi.

Contoh Sederhana Proses Membuat Teks LHO

Bayangkan seorang siswa mendapat tugas mengamati tanaman mangga di halaman sekolah.

Pada tahap pertama, ia menentukan objek dan tujuan pengamatan. Selanjutnya, ia mencatat beberapa fakta, misalnya tanaman memiliki batang berkayu, daun berwarna hijau, tumbuh di area yang terkena sinar matahari, serta memiliki beberapa buah.

Data tersebut kemudian dapat diubah menjadi informasi yang lebih terstruktur.

Pernyataan umum:

Tanaman mangga merupakan tanaman buah yang dapat tumbuh di wilayah tropis dan memiliki batang berkayu.

Deskripsi bagian:

Tanaman mangga yang diamati di halaman sekolah memiliki batang berkayu dan daun berwarna hijau. Tanaman tersebut tumbuh pada area yang mendapatkan sinar matahari dan ditemukan beberapa buah pada bagian cabangnya.

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman mangga di halaman sekolah berada dalam kondisi tumbuh dan memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan tanaman mangga pada umumnya.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa data hasil observasi merupakan bahan mentah, sedangkan teks LHO adalah hasil pengolahan data tersebut menjadi laporan yang terstruktur.

Baca Juga: Apa Itu Analisis SWOT? Ini Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakannya

Baca Juga: Apa Itu NPPKP? Pengertian, Fungsi, dan Perbedaannya dengan PKP yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

Apa Perbedaan Teks Laporan Hasil Observasi dan Teks Deskripsi?

Keduanya memang sama-sama dapat menggambarkan objek, tetapi tujuan dan cara penyajiannya berbeda.

Teks laporan hasil observasi berfokus pada penyampaian informasi berdasarkan hasil pengamatan secara objektif dan sistematis. Sementara itu, teks deskripsi lebih menekankan penggambaran suatu objek secara terperinci agar pembaca seolah-olah dapat melihat atau merasakan objek tersebut.

Sebagai contoh, kalimat “Bunga itu memiliki kelopak berwarna merah dan batang setinggi 50 sentimeter” dapat menjadi informasi observasi jika berasal dari pengukuran atau pengamatan.

Sebaliknya, kalimat “Bunga itu tampak begitu cantik dengan warna merah menyala” lebih bersifat subjektif karena mengandung penilaian.

Jadi, pembeda utamanya bukan sekadar objek yang dibahas, melainkan tujuan dan karakter informasi yang disampaikan.

Mengapa Teks Laporan Hasil Observasi Tidak Boleh Sembarangan Memuat Opini?

Objektivitas merupakan bagian penting karena pembaca menggunakan laporan untuk memahami kondisi suatu objek.

Misalnya, seseorang mengamati kebersihan kantin sekolah. Ia menemukan 12 bungkus plastik di area tertentu. Data tersebut dapat dicatat sebagai fakta.

Namun, pernyataan bahwa “siswa di sekolah itu tidak peduli kebersihan” merupakan kesimpulan yang terlalu luas jika hanya berdasarkan 12 bungkus plastik. Diperlukan pengamatan dan data yang lebih memadai untuk mendukung pernyataan tersebut.

Inilah alasan observasi yang baik harus membatasi kesimpulan sesuai data yang benar-benar ditemukan.

Apa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Teks LHO?

Beberapa kesalahan yang sering muncul antara lain:

  • menulis berdasarkan perkiraan, bukan pengamatan;

  • memasukkan opini pribadi;

  • menggunakan data yang tidak jelas;

  • memilih objek yang terlalu luas;

  • tidak menentukan tujuan observasi;

  • mencampur fakta dengan dugaan;

  • membuat kesimpulan yang tidak sesuai hasil pengamatan;

  • menuliskan terlalu banyak informasi yang tidak berkaitan dengan objek.

Kesalahan tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan membuat catatan observasi terlebih dahulu. Semakin rapi data dikumpulkan, semakin mudah pula laporan disusun.

Apa Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi?

Teks LHO berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan hasil pengamatan secara terstruktur dan dapat menjadi sumber informasi bagi pembaca.

Dalam konteks pendidikan, LHO juga melatih siswa untuk mengamati objek, mencatat fakta, mengelompokkan informasi, membedakan fakta dan opini, serta menyampaikan hasilnya secara sistematis.

Dengan kata lain, tugas membuat LHO bukan sekadar latihan menulis. Di dalamnya terdapat proses berpikir mulai dari mengamati, mencatat, mengelompokkan, menganalisis, hingga menyimpulkan.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi: Kondisi Hutan Mangrove

Salah satu contoh yang dapat digunakan untuk memahami struktur LHO adalah laporan mengenai kondisi hutan mangrove di Desa Teluk Naga.

Pada bagian awal, hutan mangrove diperkenalkan sebagai ekosistem pesisir tropis dan subtropis yang berada di wilayah pertemuan daratan dan laut. Bagian tersebut berfungsi sebagai pernyataan umum karena memberikan gambaran mengenai objek sebelum masuk ke detail.

Selanjutnya, laporan menjelaskan bahwa hutan mangrove tersebut mencakup area sekitar 15 hektare. Kondisi tanahnya berlumpur dengan tingkat salinitas yang bervariasi. Tumbuhan mangrove disebut tumbuh subur dan tidak menunjukkan kerusakan parah.

Informasi berikutnya membahas manfaat hutan bagi masyarakat. Area tersebut dimanfaatkan untuk mencari hasil laut seperti kepiting dan udang serta dikembangkan sebagai objek wisata alam.

Pada bagian akhir, laporan menunjukkan adanya persoalan sampah plastik dan kebutuhan untuk memperkuat konservasi serta edukasi masyarakat. Bagian ini berfungsi sebagai penutup karena menghubungkan hasil pengamatan dengan upaya pengelolaan lingkungan.

Dari contoh tersebut terlihat bahwa LHO tidak sekadar mengatakan “hutan mangrove dalam kondisi baik”. Laporan yang lebih informatif menjelaskan luas area, kondisi tanaman, karakteristik lingkungan, manfaat, masalah, dan upaya pengelolaannya.

Kesimpulan

Pengertian teks laporan hasil observasi pada dasarnya merujuk pada teks yang menyajikan informasi mengenai suatu objek atau fenomena berdasarkan pengamatan yang dilakukan secara sistematis, objektif, dan faktual.

Ciri utamanya adalah berdasarkan fakta, tidak memihak, membahas objek secara jelas, serta disusun secara runtut. Struktur yang umum digunakan mencakup judul, pernyataan umum atau klasifikasi, deskripsi bagian, dan penutup atau kesimpulan.

Hal yang tidak kalah penting, kualitas teks LHO sebenarnya sangat bergantung pada kualitas observasinya. Jika data yang dikumpulkan tidak akurat, laporan yang ditulis juga akan bermasalah. Karena itu, sebelum sibuk menyusun paragraf, pastikan proses pengamatan, pencatatan fakta, dan pengelompokan informasi sudah dilakukan dengan benar.

Baca Juga: Apa Itu Gerhana Matahari Total? Ini Pengertian dan Proses Terjadinya

Baca Juga: Apa Itu Ekonomi Sirkular? Pengertian, Manfaat, Prinsip, dan Penerapannya di Indonesia

FAQ

Apa yang dimaksud dengan teks laporan hasil observasi?

Teks laporan hasil observasi adalah tulisan yang menyajikan informasi mengenai suatu objek atau fenomena berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan secara sistematis dan objektif. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar pendapat atau dugaan penulis.

Apa tujuan utama teks laporan hasil observasi?

Tujuan teks laporan hasil observasi adalah memberikan informasi dan penjelasan rinci mengenai objek yang diamati. Selain itu, LHO dapat berfungsi sebagai dokumentasi, sumber informasi, laporan kegiatan, serta bahan untuk memahami atau memecahkan masalah berdasarkan hasil pengamatan.

Apa saja ciri-ciri teks laporan hasil observasi?

Ciri-ciri teks laporan hasil observasi antara lain bersifat objektif, berdasarkan fakta, membahas objek secara spesifik, disusun secara sistematis, bersifat universal, serta tidak mengandung prasangka atau pemihakan yang tidak didukung data.

Apa struktur teks laporan hasil observasi?

Struktur teks LHO umumnya terdiri atas judul, pernyataan umum atau klasifikasi, deskripsi bagian atau aspek yang dilaporkan, serta penutup atau kesimpulan. Bagian-bagian tersebut membantu informasi disampaikan dari gambaran umum menuju rincian yang lebih spesifik.

Apa perbedaan teks laporan hasil observasi dan teks deskripsi?

Teks laporan hasil observasi menyampaikan informasi berdasarkan pengamatan secara objektif dan sistematis. Sementara itu, teks deskripsi lebih menekankan penggambaran suatu objek secara terperinci sehingga pembaca memperoleh gambaran mengenai objek tersebut. Teks deskripsi juga dapat memuat kesan subjektif, sedangkan LHO mengutamakan fakta.

Bagaimana cara membuat teks laporan hasil observasi?

Cara membuat teks laporan hasil observasi dimulai dengan menentukan objek dan tujuan pengamatan. Setelah itu, lakukan observasi, catat fakta dan data, tentukan aspek yang akan dilaporkan, kelompokkan informasi, susun pernyataan umum dan deskripsi bagian, lalu buat kesimpulan yang sesuai dengan hasil pengamatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.