Akurat Logo

Apa Saja yang Harus Diwaspadai Sebelum Terjadi Gempa Bumi

Redaksi Akurat | 15 September 2026, 18:11 WIB
Apa Saja yang Harus Diwaspadai Sebelum Terjadi Gempa Bumi
Gempa Bumi

AKURAT.CO Gempa bumi dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan menyediakan perlengkapan darurat, tetapi juga memastikan kondisi bangunan, mengenali lingkungan sekitar, dan memahami tindakan yang harus dilakukan saat guncangan terjadi.

Persiapan sejak awal membantu setiap orang mengambil keputusan dengan lebih tenang. Baik di rumah maupun di tempat kerja, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera dan kerugian akibat gempa bumi.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini 7 Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Bumi Menurut BMKG

Pastikan kondisi bangunan aman dari risiko gempa

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali karakteristik gempa bumi dan potensi bahaya yang mungkin muncul di lingkungan tempat tinggal. Risiko gempa tidak hanya berasal dari guncangan, tetapi juga dapat berkaitan dengan kondisi tanah dan lingkungan sekitar, seperti longsor maupun likuefaksi.

Kondisi serta letak rumah juga perlu diperhatikan. Evaluasi struktur bangunan secara berkala dapat membantu mengetahui bagian yang perlu diperbaiki atau diperkuat. Jika terdapat struktur bangunan yang dinilai kurang aman, renovasi atau penguatan dapat dilakukan agar bangunan lebih siap menghadapi guncangan.

Persiapan ini penting dilakukan sebelum bencana terjadi. Ketika gempa sudah berlangsung, kesempatan untuk memperbaiki kondisi bangunan tentu sudah tidak tersedia.

Kenali lingkungan di tempat kerja dan tempat tinggal

Mengetahui kondisi lingkungan sekitar dapat membantu menentukan langkah yang harus diambil ketika gempa terjadi. Kenali posisi pintu keluar, tangga, serta area yang relatif aman untuk berlindung. Jika berada di gedung bertingkat, pahami jalur evakuasi yang tersedia dan jangan hanya mengandalkan lift sebagai akses keluar.

Pengetahuan dasar pertolongan pertama juga penting dimiliki. Kemampuan melakukan P3K dapat membantu menangani cedera ringan sambil menunggu bantuan lebih lanjut. Selain itu, memahami cara menggunakan alat pemadam api dapat menjadi bekal ketika terjadi kebakaran akibat kerusakan instalasi atau peralatan.

Nomor telepon penting juga sebaiknya sudah dicatat dan mudah ditemukan. Dalam situasi darurat, akses terhadap informasi dan bantuan dapat menjadi sangat penting.

Amankan perabotan dan benda di dalam ruangan

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan saat gempa adalah benda yang jatuh atau roboh. Lemari, kabinet, rak, dan perabot berukuran besar sebaiknya ditempatkan dengan aman dan, bila memungkinkan, dipasang atau diikat pada dinding agar tidak mudah bergeser atau tumbang ketika terjadi guncangan.

Benda-benda berat juga sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang tinggi. Menempatkan barang berat di bagian bawah dapat mengurangi risiko benda tersebut jatuh dan menimpa orang di sekitarnya.

Perhatikan pula benda yang tergantung di langit-langit, seperti lampu atau benda dekorasi. Pastikan pemasangannya kuat dan tidak mudah terlepas ketika bangunan mengalami guncangan.

Simpan bahan berbahaya di tempat yang aman

Bahan yang mudah terbakar perlu disimpan dengan hati-hati. Tempat penyimpanan harus mengurangi kemungkinan bahan tersebut tumpah, pecah, atau menjadi sumber bahaya ketika terjadi guncangan.

Peralatan dan instalasi rumah juga perlu diperhatikan. Air, gas, dan listrik sebaiknya dimatikan ketika tidak digunakan, terutama apabila terdapat kondisi yang memungkinkan terjadinya kebocoran atau kerusakan saat gempa.

Langkah ini menjadi bagian dari pencegahan risiko lanjutan, seperti kebakaran dan kebocoran yang dapat muncul setelah guncangan.

Siapkan perlengkapan darurat

Perlengkapan darurat sebaiknya sudah tersedia di rumah maupun tempat kerja dan mudah dijangkau. Jangan menyimpan seluruh kebutuhan darurat di tempat yang sulit diakses karena bisa menyulitkan ketika kondisi bangunan tidak memungkinkan seseorang bergerak dengan leluasa.

Beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan antara lain kotak P3K, senter atau lampu dengan baterai, radio, makanan tambahan, serta persediaan air. Perlengkapan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar apabila aktivitas normal terganggu setelah gempa.

Pemeriksaan berkala juga diperlukan. Pastikan baterai masih berfungsi, perlengkapan P3K tersedia, dan persediaan makanan serta air masih dapat digunakan.

Tindakan aman saat berada di dalam bangunan

Ketika gempa terjadi dan Anda berada di dalam bangunan, prioritas utama adalah melindungi diri dari benda yang jatuh atau bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Berlindung di bawah meja atau tempat yang dapat memberikan perlindungan bagi kepala dan tubuh dapat menjadi pilihan ketika guncangan berlangsung.

Jauhi benda yang berpotensi jatuh, seperti lemari, kaca, rak, atau benda tergantung. Jangan terburu-buru menuju pintu atau keluar bangunan jika kondisi di sekitar justru membahayakan.

Setelah guncangan utama berhenti dan kondisi memungkinkan, lakukan evakuasi dengan tertib melalui jalur yang aman. Hindari menggunakan lift karena sistem kelistrikan dan kondisi bangunan dapat terganggu akibat gempa.

Tetap waspada ketika berada di area terbuka

Jika gempa terjadi saat berada di luar bangunan, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, papan reklame, dan benda lain yang berpotensi roboh atau jatuh.

Perhatikan pula kondisi tanah di sekitar. Rekahan atau perubahan kondisi permukaan tanah dapat menjadi tanda bahaya yang perlu dihindari. Jangan mendekati bangunan yang mengalami kerusakan meskipun guncangan utama sudah berhenti.

Ambil tindakan aman saat sedang berkendara

Pengendara yang merasakan gempa saat berada di jalan perlu memperhatikan kondisi sekitar dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru. Kendaraan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman dan jauh dari bangunan, tiang listrik, pohon, maupun struktur lain yang dapat roboh.

Setelah berhenti, tetap perhatikan kondisi lingkungan dan potensi bahaya di permukaan jalan. Rekahan tanah atau kerusakan jalan dapat membuat perjalanan menjadi berbahaya.

Waspadai risiko tsunami di wilayah pantai

Gempa bumi yang terjadi di wilayah tertentu dapat diikuti risiko tsunami. Karena itu, masyarakat yang berada di kawasan pantai perlu segera menjauh dari garis pantai apabila terdapat peringatan atau arahan evakuasi tsunami.

Jangan menunggu untuk memastikan apakah tsunami benar-benar akan terjadi. Ikuti informasi dan instruksi dari pihak berwenang serta gunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Hindari wilayah rawan longsor di daerah pegunungan

Masyarakat yang tinggal atau sedang berada di daerah pegunungan perlu mewaspadai kemungkinan longsor setelah gempa. Guncangan dapat membuat lereng menjadi tidak stabil dan meningkatkan risiko material tanah atau batuan bergerak.

Segera menjauh dari lereng yang terlihat tidak stabil dan ikuti arahan evakuasi apabila wilayah tersebut dinyatakan berbahaya.

Keluar dari bangunan dengan tertib setelah gempa

Setelah guncangan berhenti, periksa kondisi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Jika bangunan perlu ditinggalkan, lakukan evakuasi dengan tertib melalui tangga biasa dan hindari lift.

Periksa apakah ada orang yang mengalami luka. Berikan pertolongan pertama sesuai kemampuan dan segera minta bantuan jika terdapat korban dengan kondisi serius.

Jangan kembali masuk ke bangunan yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman. Bangunan yang terlihat masih berdiri dapat tetap memiliki bagian yang melemah dan berisiko roboh akibat gempa susulan.

Periksa lingkungan dari bahaya lanjutan

Setelah gempa, bahaya belum tentu berakhir. Periksa kondisi lingkungan dengan tetap berhati-hati. Kebakaran, kebocoran gas, korsleting listrik, serta kerusakan saluran air dapat menimbulkan risiko tambahan.

Jika menemukan kondisi yang membahayakan, jauhi sumber bahaya dan lakukan tindakan pengamanan sesuai kemampuan. Jangan menyalakan api apabila terdapat dugaan kebocoran gas.

Hindari pula berjalan atau berkumpul di sekitar bangunan yang rusak. Gempa susulan dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan bagian bangunan yang sudah melemah mengalami keruntuhan.

Ikuti informasi resmi dan hindari kabar yang tidak jelas

Informasi setelah gempa sangat penting, terutama untuk mengetahui adanya gempa susulan, peringatan tsunami, kondisi wilayah, maupun arahan evakuasi. Gunakan sumber informasi resmi dan dapat dipercaya.

Hindari menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Dalam situasi bencana, kabar yang tidak jelas sumbernya dapat menimbulkan kepanikan dan membuat masyarakat mengambil keputusan yang justru membahayakan.

Jika terdapat pendataan atau pengisian angket dari instansi terkait, masyarakat juga dapat membantu dengan memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya. Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan di wilayah terdampak.

Tetap tenang dan utamakan keselamatan

Gempa bumi memang dapat menimbulkan kepanikan, tetapi ketenangan sangat diperlukan agar setiap tindakan dapat dilakukan dengan tepat. Persiapan yang sudah dilakukan sebelumnya akan membantu seseorang mengetahui apa yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.

Selain mengikuti prosedur keselamatan dan arahan pihak berwenang, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Saat gempa terjadi, keselamatan harus menjadi prioritas. Lindungi tubuh dari benda yang jatuh, jauhi bangunan dan objek yang berpotensi roboh, serta waspadai risiko tsunami maupun longsor sesuai kondisi wilayah. Setelah guncangan berhenti, tetap waspada terhadap gempa susulan dan bahaya lain yang mungkin muncul.

Kesiapsiagaan bukan berarti dapat mencegah gempa bumi, tetapi dapat membantu mengurangi risiko ketika bencana benar-benar terjadi.

Mutiara MY (Magang)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R