BRIN Kaji Efektivitas Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Ini Cara Kerjanya

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengkaji efektivitas penggunaan dry ice atau es kering dalam operasi modifikasi cuaca (OMC). Teknologi ini diteliti sebagai salah satu upaya untuk membantu memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penggunaan dry ice menjadi perhatian karena sejumlah wilayah karhutla memiliki kondisi atmosfer yang dapat menghambat pembentukan awan hujan. Salah satunya adalah fenomena inversi suhu yang membuat pergerakan udara ke atas menjadi terbatas.
Baca Juga: Water Bombing Dimaksimalkan Atasi Karhutla Tanjung Putting
Lantas, bagaimana cara kerja dry ice dalam operasi modifikasi cuaca dan apakah teknologi ini efektif untuk membantu mendatangkan hujan? Berikut penjelasan BRIN mengenai mekanisme, proses pengujian, serta tantangan penggunaannya.
Mengapa Wilayah Karhutla Sulit Diguyur Hujan?
Perekayasa Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Florentinus Heru Widodo, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan operasi modifikasi cuaca di wilayah karhutla.
Dalam kondisi atmosfer normal, suhu udara cenderung menurun seiring bertambahnya ketinggian. Perbedaan suhu ini memungkinkan udara hangat di dekat permukaan bumi naik melalui proses konveksi sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Namun, kondisi tersebut dapat berubah ketika terjadi inversi suhu atmosfer. Fenomena ini terjadi saat terdapat lapisan udara yang lebih hangat di atas lapisan udara yang lebih dingin sehingga pergerakan udara secara vertikal terhambat.
Akibatnya, asap kebakaran dapat tertahan di dekat permukaan bumi dan terkonsentrasi di suatu wilayah. Pada saat yang sama, atmosfer yang relatif stabil membuat proses pertumbuhan awan hujan menjadi lebih sulit.
Heru menggambarkan lapisan inversi sebagai penghalang bagi pergerakan udara.
Baca Juga: BRIN Ungkap Kandungan Gizi Sidat, Pabrik Jamu Cilacap Sudah Mengolahnya Jadi Gizidat Sejak 2018
"Lapisan inversi ini dapat diibaratkan sebagai penutup yang menghambat pergerakan udara ke atas. Akibatnya, asap dari kebakaran sulit menyebar secara vertikal dan semakin terkonsentrasi di dekat permukaan. Pada saat yang sama, kondisi atmosfer yang stabil juga menghambat pertumbuhan awan hujan," tuturnya, dikutip dari laman resmi BRIN, Senin (19/10/2026).
Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan BRIN mengkaji pendekatan lain dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, termasuk penggunaan dry ice.
Apa Itu Dry Ice dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Dry ice atau es kering merupakan karbon dioksida (CO₂) dalam bentuk padat. Berbeda dengan es dari air yang mencair menjadi cairan, dry ice mengalami sublimasi, yaitu perubahan langsung dari fase padat menjadi gas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








