AKURAT.CO Tim peneliti BRIN berhasil mengidentifikasi spesies baru kadal buta dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang diberi nama Dibamus oetamai.
Spesies ini sebelumnya dianggap bagian dari Dibamus novaeguineae, namun analisis morfologi dan biogeografi menunjukkan perbedaan signifikan, seperti ukuran tubuh, pola sisik kepala, dan warna tubuh.
Reptil ini endemik hutan hujan muson Buton di bawah 400 mdpl. Peneliti BRIN, Awal Riyanto, menjelaskan bahwa Dibamus adalah reptil fosorial mirip cacing dengan mata terdegenerasi dan kaki hanya pada jantan.
Spesies ini sulit diteliti karena jarang ditemukan. Spesies ini dinamai untuk menghormati almarhum Jakob Oetama, tokoh pers nasional, dan usulan nama lokalnya adalah Kadal Buta Buton.
Temuan ini menegaskan pentingnya konservasi hutan Pulau Buton karena Dibamus oetamai sangat rentan terhadap deforestasi.
Menurut Awal Riyanto, temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak keragaman reptil Indonesia yang belum terungkap, terutama di wilayah Wallacea yang menjadi hotspot keanekaragaman hayati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Urusan Hary Tanoe dan Mbak Tutut Sudah Kelar, Jusuf Hamka Diduga Lakukan Klaim Sepihak
- 2Kalender Jawa 8 Juni 2026: Watak Weton Senin Legi, Sosok yang Ramah dan Disukai Banyak Orang
- 3Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 4Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 5Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 7Ketua Komisi IV DPR Beri Penghargaan Tim Operasi Pengamanan Taman Nasional Komodo
- 8Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 9Bos Blueray Cargo Akui Kucurkan Rp30 Miliar ke Dedi Congor
- 10Skandal Korupsi Kuota Haji, KPK Periksa Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Pekan Depan









