AKURAT.CO Tim peneliti BRIN berhasil mengidentifikasi spesies baru kadal buta dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang diberi nama Dibamus oetamai.
Spesies ini sebelumnya dianggap bagian dari Dibamus novaeguineae, namun analisis morfologi dan biogeografi menunjukkan perbedaan signifikan, seperti ukuran tubuh, pola sisik kepala, dan warna tubuh.
Reptil ini endemik hutan hujan muson Buton di bawah 400 mdpl. Peneliti BRIN, Awal Riyanto, menjelaskan bahwa Dibamus adalah reptil fosorial mirip cacing dengan mata terdegenerasi dan kaki hanya pada jantan.
Spesies ini sulit diteliti karena jarang ditemukan. Spesies ini dinamai untuk menghormati almarhum Jakob Oetama, tokoh pers nasional, dan usulan nama lokalnya adalah Kadal Buta Buton.
Temuan ini menegaskan pentingnya konservasi hutan Pulau Buton karena Dibamus oetamai sangat rentan terhadap deforestasi.
Menurut Awal Riyanto, temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak keragaman reptil Indonesia yang belum terungkap, terutama di wilayah Wallacea yang menjadi hotspot keanekaragaman hayati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








