Ketua KPU Sebut Prabowo-Gibran Daftar Di Hari Keramat

AKURAT.CO Pendaftaran Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming sebagai pasangan capres-cawapres membawa makna tersendiri bagi Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Prabowo-Gibran disebut mendaftar di hari keramat.
Hasyim menyebut, pendaftaran yang dilakukan Rabu (25/10/2023) menjadi keramat bukan hanya memasuki tenggat akhir pendaftaran. Sebab dalam sejumlah gelaran pemilu, Rabu menjadi hari pencoblosan.
"Sehingga hari ini, hari Rabu adalah hari terakhir pendaftaran bakal capres-cawapres dan kita tahu semua, hari Rabu, hari keramat pemilu, karena dari waktu ke waktu pencoblosannya itu hari Rabu," kata Hasyim, di Kantor KPU.
Baca Juga: Ditemani 5.000 Relawan PRABU, Prabowo-Gibran Mantap Daftar Ke KPU
Hasyim mengapresiasi Prabowo-Gibran yang diusung melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM) akhirnya hadir mendaftar sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2024.
"Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran gabungan parpol yang pada hari ini mendaftarkan bakal paslon sebagai kita tahu dijadwalkan pendaftaran bakal paslon adalah 19 hingga 25 Oktober 2023," kata Hasyim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







