Intip Sederet Alutsista yang Pernah Dibeli Prabowo Saat Jadi Menteri Pertahanan

AKURAT.CO Dalam debat ketiga Capres 2024, salah satu perhatian tertuju pada alat utama sistem pertahanan (alutsista) bekas.
Debat capres ini membahas tema seputar Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.
Pengadaan alutsista bekas menjadi fokus perhatian, terutama setelah Capres Anies Baswedan menyampaikan pandangannya bahwa penarikan utang seharusnya digunakan untuk kegiatan produktif daripada untuk membeli alutsista bekas dalam sistem pertahanan.
Selain itu, Anies mengemukakan bahwa rasio utang sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia agar tetap dalam batas aman.
Menurutnya, pengelolaan utang perlu diatur dengan baik dan dapat meningkatkan PDB.
Tidak tinggal diam, Prabowo menanggapi dengan menyatakan bahwa Anies Baswedan kurang memahami isu pertahanan.
"Terkait barang bekas, Pak Anies ini tidak memahami masalah pertahanan. Saya ajak Bapak Anies berdiskusi, pernyataan mengenai barang bekas itu menyesatkan rakyat. Dalam konteks pertahanan di mana saja, hampir 50 persen dari peralatan adalah bekas, tetapi masih dalam kondisi yang baik," ujar Prabowo.
Pernyataan Prabowo ini sebagai tanggapan terhadap komentar Anies Baswedan yang menyatakan bahwa anggaran Kementerian Pertahanan saat ini banyak digunakan untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) bekas dari negara lain.
Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto telah menandatangani sejumlah kontrak untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) di dalam negeri.
Tetapi, tidak semua alutsista yang diperoleh oleh Prabowo selama menjabat adalah barang bekas.
Alutsista yang dibeli Prabowo Subianto
Inilah beberapa catatan mengenai peralatan militer yang diperoleh oleh Prabowo Subianto selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan antara tahun 2021 hingga 2023, baik yang baru maupun bekas.
Berikut adalah daftar alat utama sistem senjata (alutsista), jumlah unit, dan tahun pengadaan:
1. Fregat Kelas FREMM: 6 unit, tahun 2021
2. Fregat Maestrale: 2 unit, tahun 2021
3. Pesawat Airbus A4000M: 2 unit, tahun 2021
4. Dassault Rafale: 42 unit, tahun 2022
5. Kapal Selam Scorpene: 2 unit, tahun 2022
6. Pesawat Tempur Mirage 2000-5: 12 unit, tahun 2023
7. Pesawat F-15EX: 24 unit, tahun 2023
8. Helikopter Angkut Berat H225M: 8 unit, tahun 2023
9. Radar Militer: 13 unit, tahun 2023
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







