Bamsoet: Saya Orang Pertama yang Tidak Setuju Revisi UU MD3
Atikah Umiyani | 8 Maret 2024, 18:10 WIB

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, memastikan, dirinya tidak akan mendukung gerakan yang mendorong upaya revisi Undang-undang tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD atau UU MD3.
"Saya adalah orang pertama yang tidak setuju kalau ada dorongan perubahan di UU MD3," kata Bamsoet kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Apalagi, jika revisi tersebut ditujukan hanya untuk merebutkan kursi Ketua DPR RI. Sebab, UU MD3 telah mengatur bahwa posisi tersebut hanya akan diberikan kepada partai pemilik kursi terbanyak di parlemen.
Baca Juga: Bagaimana Proses Bapak/Ibu dalam Menemukan/Mengidentifikasi Sumber Daya yang Ada di Sekolah?
"Ketua DPR sesuai dengan ketentuan UU MD3, maka ketua DPR diduduki oleh pemilik kursi terbanyak di parlemen," ujarnya.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik pasca pemilu agar tidak ada kegaduhan di ke masyarakat. Karenanya, ia menilai revisi UU MD3 tidak lah diperlukan.
"Menurut saya kita harus menjaga stabilitas politik dan suasana kondusif pasca pemilu ini. Jangan lah memunculkan hal-hal yang membuat kita gaduh," ucapnya.
Kendati begitu, Bamsoet menilai masih ada kemungkinan posisi Ketua DPR RI diraih oleh Golkar.
Walaupun, sampai saat ini perolehan suara Golkar di pemilu legislatif masih berada di bawah PDI Perjuangan.
"Kemungkinan ada, cuma kita lihat trennya. Sampai hari ini saya belum lihat lagi, apakah suara Golkar sudah melampaui PDIP. Tapi dua hari yang lalu saya lihat Golkar masih di bawah PDIP," pungkas Bamsoet yang juga Ketua MPR RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









