Mayoritas Partai Menolak, Hak Angket Layu Sebelum Berkembang?
Atikah Umiyani | 15 Maret 2024, 06:15 WIB

AKURAT.CO Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus, menyebut, upaya pengguliran hak angket DPR untuk mengusut dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak akan berjalan mulus.
Bahkan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga berani memastikan bahwa penggunaan hak angket tidak akan terwujud. Apalagi, sampai detik ini belum ada langkah konkret dari pihak-pihak yang coba menghembuskan.
"Namun menurut pandangan pribadi saya hak angket Insya Allah tidak akan terjadi atau terwujud," kata Guspardi dalam diskusi bertajuk "Merajut Kembali Kebersamaan Membangun Negeri Usai Pemilu 2024" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Selain itu, banyak juga partai-partai besar yang menganggap bahwa tidak ada urgensi penggunaan hak angket. Hal ini tentunya semakin mempertebal keyakinan bahwa hak angket tidak akan berhasil.
"Apalagi partai besar menyatakan belum diperlukan, ini sesuatu yang menyatakan pendapat saya itu semakin memperkuat memperkokoh pandangan saya terhadap hak angket dan Insya Allah tidak akan terjadi," pungkas Guspardi.
Diberitakan sebelumnya, dalam paripurna pembukaan masa sidang DPR pada Selasa (5/3/2024) lalu, ada tiga fraksi yaitu PKS, PKB, dan PDIP yang melakukan intrupsi untuk mendorong penggunaan hak angket kecurangan pemilu.
Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkrit dari tiga fraksi tersebut untuk menseriusi penggunaan hak angket. Baik dari pemenuhan administrasi hingga bukti-bukti yang diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









