Persaudaraan 98 Dukung Kandidat Gubernur Jakarta yang Akan Jalankan Program Nasional Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Meski tak lagi berstatus ibu kota negara, pemilihan gubernur di Jakarta masih menarik perhatian masyarakat luas.
Jakarta akan tetap menjadi representasi perpolitikan dan ekonomi nasional.
Namun, di tengah kian dekatnya tahap pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur, masyarakat belum mengetahui pasti siapa saja kandidat yang akan berlaga di Pilkada Jakarta 2024.
Merespons situasi itu, Persaudaraan 98, wadah aktivis gerakan reformasi 1998 bagian dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, memastikan sikap politiknya yang berkiblat pada keputusan politik Presiden RI terpilih Prabowo Subianto.
Baca Juga: Gerindra Tak Ingin Tergesa-gesa Ambil Sikap di Pilkada Jakarta
"Kami siap mendukung kandidat selama visi dan misinya selaras dengan program nasional yang dipimpin oleh presiden terpilih Prabowo Subianto," kata Koordinator Pemenangan Pilkada Jakarta DPP Persaudaraan 98, Elyzabeth Bulan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (29/7/2024).
Persaudaraan 98 akan memastikan bahwa gubernur Jakarta terpilih bersedia melanjutkan program pemerintahan sebelumnya, yang berdampak positif buat warga.
"Boleh saja merevisi program tetapi tidak harus selalu merombak dan mengulang kembali dari nol program-progam yang sudah ada, karena selain menghabiskan waktu dan anggaran juga tidak membuat Jakarta makin maju," jelas Elyzabeth.
Persaudaraan 98 juga mengimbau kelompok-kelompok relawan Pilkada Jakarta untuk satu visi mengawal dan memastikan para kandidat mau bersinergi menjalankan program nasional yang diusung pemerintahan Prabowo-Gibran, salah satunya program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: Ahok Potensial Maju di Pilkada Jakarta, PDIP Rugi Kalau Usung Anies
"Program Makan Bergizi Gratis penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, khususnya anak usia sekolah," ucap perempuan yang juga kader Partai Gerindra ini.
Penyediaan lapangan pekerjaan yang luas juga harus dipastikan oleh gubernur Jakarta mendatang, sehingga ekonomi daerah bertumbuh dan kemakmuran warganya terjamin.
Selain itu, belajar dari pengalaman Pilkada Jakarta 2017, unsur politisasi SARA juga harus benar-benar dihindari karena hanya akan merusak iklim hidup bersama sesama anak bangsa.
"Menjadi hal yang biasa, tingginya suhu politik jelang pilkada sering menimbulkan perpecahan di antara sesama, persaudaraan dan hubungan tetangga. Perseteruan kian panas juga dilayangkan melalui media sosial tanpa etika dan norma," bebernya.
Baca Juga: Presiden PKS Bujuk Cak Imin Usung Anies-Iman di Pilkada Jakarta
"Jangan jadikan Jakarta panggung politik bagi kepentingan sekelompok orang. Siapa pun gubernur terpilih harus berfokus pada kesejahteraan warga Jakarta," tambah Elyzabeth.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





