Permintaan Maaf Jokowi Adalah Strategi Komunikasi Jitu Menjelang Akhir Masa Jabatan

AKURAT.CO Permintaan maaf yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kembali tingkat kesukaan atau favoritisme terhadap dirinya di akhir masa jabatan.
Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo, menilai, hal itu adalah cara cerdas dalam merespons kritik yang kian gencar, terutama terkait pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kunto menjelaskan, komunikasi politik yang dilakukan oleh Jokowi adalah langkah yang cermat.
“Permintaan maaf tanpa spesifik menyebutkan alasan atau kesalahan tertentu membuat penerimaan publik terhadap Pak Jokowi meningkat," ungkapnya dikutip pada Minggu (4/8/2024).
Baca Juga: Jokowi Mau Ajak Relawan ke IKN, Projo: Perjalanan Spiritual
Hal ini, menurutnya, dapat membantu menetralisir berbagai kritik yang diarahkan kepada pemerintahannya.
Permintaan maaf tersebut, lanjut Kunto, tidak hanya mencerminkan kerendahan hati Jokowi tetapi juga mengarah pada pencitraan positif mengenai kepribadian Presiden ke-7 Republik Indonesia ini.
Kunto juga menegaskan bahwa permintaan maaf ini tidak hanya mewakili pribadi Jokowi, tetapi juga pemerintahan selama 10 tahun terakhir, khususnya kepada konstituen yang telah memilihnya pada Pemilu 2019.
"Namun, jika permintaan maaf ini tidak diikuti dengan komitmen untuk perubahan di masa mendatang, maka akan terasa kurang efektif," tambahnya.
Baca Juga: Hadirkan Rizky Febian - JRocks, Festival Makan Receh Digelar Dua Hari
Presiden Joko Widodo sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan dalam menjalankan tugas sebagai Presiden.
Permintaan maaf ini disampaikan saat acara Dzikir dan Doa Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (1/8/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mewakili Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk meminta maaf di hadapan ribuan undangan dalam acara yang menandai pembukaan Bulan Kemerdekaan menjelang HUT ke-79 RI.
"Dalam kesempatan yang baik ini, di hari pertama bulan Kemerdekaan, bulan Agustus, dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Profesor K.H. Ma'ruf Amin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Presiden Jokowi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








