Elektabilitas Tinggi, Muchsin Effendi-Junaidi Arif Diprediksi Menangi Pilkada Lombok Utara

AKURAT.CO Lembaga Riset dan Survei Semar Political Institute (SPIN) merilis hasil survei terkait preferensi politik masyarakat Kabupaten Lombok Utara.
Hasilnya, elektabilitas pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara 2024, Lalu Muchsin Effendi-Junaidi Arif menempati urutan pertama dengan 39,3 persen. Kemudian, disusul Najmul Akhyar-Kusmalahadi Syamsuri sebesar 30,1 persen.
Selanjutnya urutan terakhir, Danny Karter Febrianto dan M. Zaki Abdillah sebesar 26,6 persen. Sedangkan, responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab (TT/TJ) sebesar 4,0 persen.
Baca Juga: Pilkada Serentak 2024: Kesiapan Pemerintah dan Upaya Meningkatkan Partisipasi Pemilih
Direktur Eksekutif Semar Political Institute (SPIN), Mawardin, menyebut hasil analisis sementara, pasangan Muchsin-Junaidi berpeluang besar menang.
"Elektabilitas pasangan Muchsin-Junaidi bertengger di posisi teratas disebabkan oleh tiga hal pokok," kata Mawardin dalam keterangan persnya, Jumat (22/11/2024).
Pertama, visi-misi Arah Baru Lombok Utara dan program kerja dari Muchsin-Junaidi lebih menarik atensi masyarakat, sekaligus sejalan dengan geliat massa akar rumput yang semakin menghendaki perubahan.
Kedua, daya magnet dari figur Muchsin yang dipersepsikan mampu membangkitkan Kabupaten Lombok Utara dari ketertinggalan, bermodalkan kapasitas intelektual, jaringan sosio-kultural, serta gaya komunikasi simpatik yang melekat pada Muchsin.
"Terakhir, yang ketiga, terjadi migrasi elektoral dari paslon lain, yang hijrah ke paslon Muchsin-Junaidi karena dianggap mencerminkan kebaruan, dan belum terkontaminasi dengan rezim elite lokal yang bernuansa status quo," ungkap Mawardin.
Adapun kemelekatan pemilih terhadap Muchsin-Junaidi tergolong 'strong voter', pemilih yang sudah mantap pilihan politiknya. Gabungan antara basis massa tradisionalnya selama ini, konteks representasi geopolitik Lombok Utara, ditambah limpahan ceruk suara termutakhir menunjukkan Muchsin-Junaidi memiliki peluang yang sangat terbuka jelang beberapa hari pencoblosan.
Selanjutnya, Mawardin mengungkapkan, temuan lain yang menarik, Muchsin-Junaidi yang menduduki papan atas angka elektabilitas, tampaknya akan bersaing ketat dengan Najmul-Kus. Hal itu berkorelasi dengan perputaran isu-isu yang berkembang dalam ruang publik Lombok Utara.
Baca Juga: Jaga Kondusifitas, Bawaslu Gelar Patroli Pengawasan di Masa Tenang Pilkada Serentak 2024
"Sentimen isu dinasti politik misalnya, ikut mempengaruhi stagnasi elektabilitas Najmul-Kus, sementara persepsi positif publik mengarah kepada Muchsin-Junaidi, terlebih manajemen konstituensi dan strategi sosialisasi yang massif," ucapnya.
Adapun Danny-Zaki, meskipun manajemen isunya canggih, namun masih diasosiasikan sebagai lingkaran status quo. "Figur Danny maupun Zaki juga menarik, akan tetapi belum dikapitalisasi dengan optimal yang berdampak secara elektoral," jelasnya.
Mawardin lantas mengingatkan, para kandidat yang berkontestasi, termasuk partai pengusung maupun relawan, agar menghindari blunder atau 'gempa politik' yang bisa berakibat terjadinya turbulensi elektoral.
"Sementara bagi paslon yang masih stagnan elektabilitasnya, perlu endorsement dan dukungan serius dari tokoh-tokoh yang punya magnet elektoral, mengimplementasikan bauran isu dan program berdaya ledak masif yang sejalan dengan aspirasi rakyat Lombok Utara," pungkasnya.
Untuk diketahui, survei SPIN ini dilaksanakan pada periode 15 - 20 November 2024 dengan jumlah sampel 515 responden melalui wawancara tatap muka. Responden merupakan warga yang punya hak pilih, dan tersebar secara proporsional di 5 Kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Survei ini berpedoman pada kuisioner terstruktur dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 4,4 persen dan tingkat kepercayaan (confidence level) sekitar 95 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







