Pemecatan Jokowi, Gibran dan Bobby Dinilai Jadi Bumerang bagi PDIP

AKURAT.CO Keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memecat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution dinilai sebagai bumerang.
Wakil Sekretaris Jenderal GibranKu, Pangeran Mangkubumi, menilai langkah ini berpotensi meruntuhkan pamor PDIP dalam kancah politik di Indonesia.
"Pemecatan Pak Jokowi, Mas Gibran, dan Bang Bobby bisa menjadi lonceng keruntuhan PDIP di kemudian hari. Toh kalau kita mau jujur, mayoritas masyarakat Indonesia lebih mencintai Pak Jokowi dibandingkan PDIP yang dipimpin Ibu Mega," kata Pangeran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/12/2024).
Baca Juga: PPP Disarankan Pinang Jokowi Jadi Ketua Umum Agar Lolos Parlemen di 2029
Dia menilai, eksistensi PDIP selama satu dekade terakhir tidak lepas dari kontribusi besar 'keluarga Solo' yang berhasil membangun spirit populisme di tengah masyarakat.
"Kebijakan-kebijakan pro rakyat yang diusung Jokowi dan keluarganya dianggap menjadi daya tarik utama yang menopang popularitas partai," ucapnya.
Selain itu, keputusan memecat 27 kader, termasuk Jokowi, Gibran, dan Bobby, tidak semata-mata didasarkan pada pelanggaran Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Dia menuding, hal ini sebagai bukti ketidakmampuan PDIP dalam merawat dan menghormati kader-kader terbaiknya.
"Dengan resmi dicopotnya status Jokowi, Gibran, Bobby, dan 24 kader lainnya, justru memberikan karpet merah bagi mereka untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa tanpa harus terikat oleh kultur PDIP yang monosentris," tambahnya.
Menurutnya, keputusan PDIP ini justru membuka peluang besar bagi Jokowi dan keluarganya untuk bergerak lebih leluasa demi melayani masyarakat secara maksimal.
"Ini menjadi angin segar. Mereka kini tidak lagi memiliki beban sebagai 'petugas partai' dan bisa fokus menjadi pelayan masyarakat yang lebih paripurna," pungkasnya.
Baca Juga: PDIP Ungkap Alasan Pemecatan Jokowi, Gibran, dan Bobby Dilakukan Setelah Pemilu
Sebelumnya, Ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, mengumumkan keputusan tegas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan terkait pemecatan tiga tokoh besar yang selama ini identik dengan partai berlambang banteng tersebut.
Dalam pengumuman resmi di hadapan seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan se-Indonesia, Komarudin membacakan surat keputusan pemecatan terhadap Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, serta 27 anggota lainnya.
Pemecatan ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak hanya mencerminkan kedisiplinan partai, tetapi juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan berkomitmen untuk menjaga marwah partai di tengah dinamika politik nasional.
Surat Keputusan (SK) nomor 1649/KPTS/DPP/XII/2024 menjadi sorotan utama. Dalam surat tersebut, Presiden RI ke-7 Joko Widodo secara resmi diberhentikan dari keanggotaan partai.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menandatangani keputusan ini, menyatakan bahwa Jokowi dilarang melakukan aktivitas apa pun yang mengatasnamakan PDI Perjuangan.
"DPP PDI Perjuangan tidak lagi memiliki hubungan atau tanggung jawab atas tindakan Joko Widodo. Keputusan ini telah melalui proses yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai," ujar Komarudin saat membacakan isi SK, Senin (16/12/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






