Golkar Kaji Wacana Penghapusan Parliamentary Threshold 4 Persen

AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyatakan, pihaknya akan segera mengkaji wacana penghapusan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.
Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang ketentuan tersebut.
Doli menjelaskan, dalam amar putusannya, MK memang menyebutkan, ambang batas 4 persen perlu dikaji ulang.
Namun, MK tidak secara eksplisit menyatakan bahwa ambang batas harus dihapus atau ditetapkan di bawah 4 persen.
“MK memerintahkan kepada pembuat undang-undang, pemerintah, dan DPR untuk melakukan kaji ulang tentang besaran ambang batas itu, walaupun dalam penjelasan tersirat diharapkan di bawah 4 persen,” ujar Doli saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (17/1/2025).
Namun, ia menegaskan, dalam putusan MK tidak ada ketentuan tegas yang mengharuskan ambang batas berada di bawah 4 persen.
Baca Juga: Proliga 2025: Menang Tipis dari Livin Mandiri, Popsivo Polwan Jadi Belum Terkalahkan
Doli menambahkan, Fraksi Partai Golkar di DPR akan segera melakukan kajian untuk menentukan angka yang tepat terkait ambang batas parlemen.
“Kami sedang mengkaji. Kalau saya, parliamentary threshold tetap harus diatur. Tetapi, kita sedang mempertimbangkan angka yang paling ideal,” jelasnya.
Ia juga mengusulkan agar ambang batas parlemen tidak hanya berlaku untuk DPR RI, tetapi juga untuk tingkat legislatif lainnya, seperti DPRD provinsi dan kabupaten/kota.
“Supaya adil dan memperkuat sistem kepartaian kita, ambang batas ini sebaiknya diterapkan di semua tingkatan. Selama ini, konfigurasi partai nasional dan lokal sering kali berbeda, dan ini kadang merumitkan pelembagaan partai,” paparnya.
Sebelumnya, MK melalui Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023 menilai bahwa ambang batas parlemen sebesar 4 persen yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan keadilan pemilu.
Baca Juga: Bahas Investasi dan Hilirisasi, Ketua Umum Golkar Terima Kunjungan Menlu Tiongkok
MK menyatakan, ketentuan ini konstitusional sepanjang tetap berlaku dalam Pemilu 2024. Namun, untuk Pemilu 2029 dan seterusnya, ambang batas harus dikaji ulang dan disesuaikan berdasarkan prinsip yang ditentukan dalam putusan.
“Menyatakan norma Pasal 414 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 adalah konstitusional sepanjang tetap berlaku untuk Pemilu DPR 2024 dan konstitusional bersyarat untuk diberlakukan pada Pemilu DPR 2029 dan seterusnya, setelah dilakukan perubahan terhadap norma ambang batas parlemen serta besaran angka atau persentase ambang batas parlemen,” ujar Ketua MK Suhartoyo dalam sidang putusan pada Kamis (29/2/2024).
Putusan ini merupakan respons atas permohonan yang diajukan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), yang menganggap ambang batas 4 persen tidak sesuai dengan prinsip keadilan pemilu.
Doli menegaskan, meskipun wacana penghapusan ambang batas parlemen muncul, Partai Golkar berpendapat bahwa parliamentary threshold tetap diperlukan.
“Menurut saya, ambang batas parlemen itu harus tetap ada. Tapi, kita harus menemukan angka yang tepat, agar tidak hanya adil tetapi juga memperkuat sistem demokrasi kita,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







