Pendiri CSIS: Evaluasi Pemerintahan Prabowo Harus Berdasarkan Capaian Nyata

AKURAT.CO Pendiri dan Wakil Ketua Dewan Pembina Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jusuf Wanandi, menyampaikan pandangannya mengenai arah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Menurutnya, penilaian terhadap pemerintahan harus didasarkan pada hasil konkret dan tantangan besar yang dihadapi bangsa ke depan.
Pandangan ini ia sampaikan dalam tulisan berjudul "My Personal Take on President Prabowo's Achievements and Challenges", yang dikutip pada Rabu (30/4). Ia menekankan pentingnya menilai secara objektif berdasarkan pencapaian aktual dan rencana strategis untuk masa depan.
“Untuk memberikan perspektif yang lebih seimbang, saya percaya bahwa adil jika kita menilai kepresidenan Prabowo berdasarkan pencapaian aktualnya dan tantangan-tantangan ke depan,” tulis Jusuf, dikutip pada Rabu (30/4).
Ia menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo merupakan sosok pemimpin yang tepat untuk menjawab tantangan zaman, terutama karena pendekatannya yang strategis terhadap pembangunan nasional.
Jusuf juga mengungkapkan bahwa dukungannya pada Prabowo di pemilu terakhir didasarkan pada keyakinan tersebut.
"Saya mendukungnya dalam pemilihan presiden terakhir dan masih percaya bahwa ia adalah pilihan terbaik, terutama karena pendekatan strategisnya terhadap pembangunan nasional," jelasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Laporan Ketahanan Pangan, Stok Beras Tertinggi dalam 23 Tahun
Lebih lanjut, Jusuf menyebut bahwa komitmen Prabowo terhadap rakyat bukan sekadar retorika. Ia mengenal Prabowo secara pribadi dan meyakini bahwa di balik ketegasannya, ada kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Inilah tepatnya mengapa saya mendukungnya karena saya percaya bahwa ia adalah satu-satunya pemimpin yang mampu membimbing Indonesia melewati masa-masa sulit dan rumit ini," imbuhnya.
Selain menyoroti aspek kepemimpinan, Jusuf juga menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini cukup stabil.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi yang bertahan di angka sekitar 5 persen dan defisit anggaran yang tetap terkendali di bawah 3 persen.
Hal ini, menurutnya, memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter dan mendorong pertumbuhan lebih lanjut, meskipun risiko global seperti kebijakan tarif AS tetap perlu diwaspadai.
Jusuf juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai inisiatif strategis yang berpotensi besar jika dikelola dengan baik.
Ia menyebut program ini bisa memberikan efek berganda pada ekonomi, termasuk memperkuat sektor pertanian dan menciptakan pendapatan baru bagi masyarakat.
“Jika bisa dikelola dengan baik, program MBG punya dampak positif pada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







