Pertemuan Dasco-Megawati Cerminan Kesatuan Bangsa dan Negara Paling Utama

AKURAT.CO Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Pertemuan ini menandakan para politik Indonesia, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segala kepentingan lainnya.
"Pertemuan Ibu Megawati, Puan Maharani, dan Sufmi Dasco sangat positif, yang menandakan bahwa para tokoh politik kita menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas yang lainnya," kata Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) dan Haidar Alwi Cafe (HAC), Haidar Alwi, ditulis Jumat (6/6/2025).
Baca Juga: Ketum Golkar: Pertemuan Dasco dan Megawati Bagian dari Silaturahmi, Bukan Soal Koalisi Politik
Dia meyakini, pertemuan Megawati dengan Dasco yang diutus oleh Presiden Prabowo Subianto, akan membawa dampak positif bagi Bangsa Indonesia.
"Saya mengapresiasi pertemuan ini, karena jarang ada tokoh politik yang berusaha mendamaikan suasana yang sedang tidak menentu. Sehingga negara menjadi aman, tentram, dan damai," jelasnya.
Pertemuan Megawati dan Dasco yang diutus Presiden Prabowo, dinilai menunjukkan adanya kedewasaan dalam berpolitik. Sebab, Indonesia dibangun melalui kebersamaan para tokoh dengan mengedepankan jiwa besar dan kebangsaan yang kokoh.
"Inilah (kebersamaan para tokoh bangsa) yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Yaitu, para tokoh yang mengedepankan persatuan, yang bisa mencairkan suasana, serta mampu meredam potensi-potensi konflik yang dapat merugikan bangsa," ucap dia.
Menurutnya, Megawati sebagai Presiden ke-5 RI adalah tokoh dan ibu bangsa. Sehingga, nasihat, saran, dan masukan dari putri Bung Karno itu jelas sangat penting untuk didengarkan.
Baca Juga: Bertemu Megawati, Dasco Kantongi Wejangan untuk Pemerintahan Prabowo
Jika nantinya PDIP masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran, maka hal ini dinilai positif. Sebab, PDIP memiliki kader-kader yang mumpuni dan banyak menang di pemilihan legislatif 2024. Hal ini tentunya memberikan sumbangsih untuk pemerintahan Presiden Prabowo dan Gibran.
Namun, dia menegaskan hal tersebut menjadi wewenang Presiden Prabowo selaku pemegang mandat dan pemilik hak prerogatif dalam menyusun kabinet.
"Kalau akhirnya PDIP masuk dalam kabinet, maka laju pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran akan semakin mulus. Artinya program-program pemerintahan yang pro rakyat akan lebih lancar" jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






