Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Tidak Otomatis Tingkatkan Kualitas Demokrasi

AKURAT.CO Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah dinilai belum tentu berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.
Pengamat komunikasi politik, Jamiluddin Ritonga menilai, kualitas pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan teknis atau jumlah peserta, tetapi juga ditentukan oleh integritas semua pihak yang terlibat—termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga pemilih itu sendiri.
“Pemilu yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh peserta. KPU dan Bawaslu misalnya, belum tentu akan mampu menjaga netralitas hanya karena pemilu dipisahkan. Masalah utamanya bukan jumlah peserta, tapi soal integritas dan ketaatan pada asas,” kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/6/2025).
Ia menyoroti lemahnya komitmen terhadap prinsip taat asas di Indonesia. Menurutnya, sebanyak dan secanggih apa pun aturan dan sistem pemilu yang dirancang, tidak akan membawa hasil berarti jika tidak dijalankan secara konsisten dan jujur.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Tegas Sikapi Insiden Jembatan Ambruk di Lahat
Jamiluddin juga meragukan pemisahan pemilu akan mampu menghilangkan praktik politik uang, yang menurutnya bukan hanya menyasar pemilih, tetapi juga bisa menjangkiti penyelenggara pemilu.
“Kalau pemisahan pemilu tidak bisa meniadakan politik uang, maka jangan berharap kualitas pemilu bisa terwujud. Begitu juga bila KPU dan Bawaslu tak taat asas, maka mustahil kita bicara soal pemilu berkualitas,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








