Datang Telat di Kongres PSI, Pertegas Dugaan Ada Jarak Antara Giring dan Partai

AKURAT.CO Ketidakhadiran Giring Ganesha dalam pembukaan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Jawa Tengah, mengundang sorotan tajam. Absennya mantan Ketua Umum PSI itu sebagai sinyal ketidakloyalan terhadap partai yang pernah dia pimpin.
"Ketidakhadiran Giring di pembukaan kongres menunjukkan sikap indikasi tidak loyal terhadap partai. Padahal, dia pernah menjabat sebagai ketua umum dan cukup vokal saat memimpin," ujar Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Reza Hariyadi, saat dihubungi, Kamis (24/7/2025).
Dalam kongres tersebut, Kaesang Pangarep kembali terpilih sebagai Ketua Umum PSI. Acara penutupan turut dihadiri Presiden terpilih Prabowo Subianto, dan di momen itu pula Giring baru tampak hadir.
Baca Juga: PDIP Tak Hadir di Kongres PSI, Said Abdullah: Kita Diundang Apa Tidak, Saya Tidak Tahu
Menurutnya, kehadiran yang terlambat itu justru mempertegas dugaan adanya jarak antara Giring dan struktur partai saat ini.
Dia pun menyayangkan sikap mantan vokalis Nidji tersebut, yang hanya muncul di akhir acara. Meski kini menjabat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan, seharusnya Giring tetap hadir sejak awal untuk menunjukkan komitmen sebagai kader.
"Sikap tidak loyal terhadap partai sangat berbahaya, karena bisa memicu konflik internal dan mengganggu konsolidasi internal. Mungkin saja, Giring memposisikan dirinya bukan sebagai kader partai tapi tamu undangan," tambahnya.
Sikap Giring memantik spekulasi di tubuh PSI. Soliditas internal partai kini menjadi pertanyaan besar, terlebih dengan arah baru yang sedang dibawa Kaesang sebagai ketua umum.
Adakah retakan di dalam barisan? Atau hanya sekadar miskomunikasi? Waktu akan menjawab. Namun, publik mencatat absennya Giring bukan tanpa makna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







