PSI Jangan Mimpi Kuasai Jateng dan Bali di Pemilu 2029

AKURAT.CO Ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadikan Jawa Tengah dan Bali sebagai kandang gajah dinilai tidak lebih dari sekadar khayalan.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai mustahil bagi PSI menguasai dua wilayah yang selama ini menjadi basis bagi pemilih PDI Perjuangan.
Ia memandang bahwa PSI belum punya dorongan elektoral yang kuat menjelang Pemilu 2029. Menurut Jerry, PSI tidak cukup jika hanya terus mengandalkan efek dan pengaruh mantan Presiden Jokowi.
"Bagi saya itu lebih ke gertakan politik. Target realistis mereka sebenarnya hanya berjuang lolos ambang batas parlemen empat persen. Bahkan menembus tiga persen saja masih sangat sulit. Prediksi saya PSI tetap terkapar di Jateng dan Bali," ujar Jerry, dalam diskusi virtual bertajuk "PSI Sulit Geser Dominasi PDIP", Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: PSI Diminta Fokus Lolos Parlemen Ketimbang Capreskan Gibran untuk Lawan Prabowo
Menurut Jerry, PSI perlu menyusun strategi jitu untuk bisa meraih hasil yang maksimal di Pemilu 2029. Ia menegaskan bahwa strategi tersebut tidak cukup dengan pencitraan atau memperbanyak baliho.
"Branding PSI memang besar, baliho di mana-mana. Tapi itu bukan jaminan kemenangan. Politik bukan cuma soal uang dan pencitraan, tapi juga strategi, lawan yang dihadapi, dan cara bertanding," jelasnya.
Masih dalam diskusi yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menyebut bahwa PSI masih akan mengalami kesulitan untuk menembus parlemen. Hal ini disebabkan karena PSI belum memiliki pemilih yang solid.
"Secara hitung-hitungan praktis, fase kemudahan PSI untuk meraih suara besar sudah lewat. Ke depan PSI akan bertarung setara dengan partai lain yang sudah mapan. Tidak mudah masuk parlemen karena hari ini loyalitas pemilih yang solid hanya dimiliki oleh partai seperti PDIP dan PKS," jelasnya.
Baca Juga: PDIP Tanggapi Klaim PSI soal Jawa Tengah: Rakyat yang Menentukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







