Komisi I Ingatkan Prabowo: Negosiasi Tarif AS Harus Utamakan Kepentingan Nasional

AKURAT.CO Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya menjaga kepentingan nasional dalam agenda perundingan tarif dagang saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan bertemu Presiden AS Donald Trump.
Isu tarif dagang yang telah lama menjadi pembahasan dinilai harus dinegosiasikan dengan orientasi perlindungan kepentingan strategis Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun kedaulatan negara.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan, setiap perundingan harus berpijak pada kepentingan nasional dan tidak semata-mata mengejar kesepakatan cepat.
“Terkait isu tarif dagang yang telah lama dibahas, kami menekankan agar setiap perundingan tetap berorientasi pada kepentingan nasional,” ujar Dave, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, persoalan tarif bukan hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
“Aspek ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan meningkatkan daya saing internasional,” imbuhnya.
Dave menegaskan, diplomasi ekonomi tidak boleh dilepaskan dari prinsip kesetaraan antarnegara.
Baca Juga: Menko PM Desak Pemda Proaktif Perbarui Data PBI JKN Agar Bantuan Tepat Sasaran
Setiap kesepakatan dagang yang dihasilkan, kata dia, harus memberikan manfaat konkret bagi rakyat Indonesia.
“Kami berharap diplomasi yang dijalankan dapat memastikan kerja sama bilateral berlangsung dengan prinsip kesetaraan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat Indonesia,” katanya.
Komisi I DPR RI, lanjut Dave, akan mengawal hasil perundingan tersebut agar tidak merugikan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik dan tekanan ekonomi global.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan penegasan terkait arah dan prinsip yang harus dipegang pemerintah dalam setiap perundingan ekonomi internasional.
Menurut Teddy, Presiden menekankan pentingnya memastikan setiap langkah diplomasi ekonomi benar-benar berpihak pada kepentingan nasional dan tidak bersifat transaksional jangka pendek.
“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat, adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” tulis Teddy.
Dalam waktu dekat, Presiden Prabowo dijadwalkan menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait tarif dagang yang telah dinegosiasikan sebelumnya.
Pemerintah memastikan hasil perundingan tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








