Akurat Logo

Kanada Soroti Peran Besar Indonesia di Panggung Dunia, ICA-CEPA Jadi Kunci Kemitraan Strategis

Moehamad Dheny Permana | 26 April 2026, 21:17 WIB
Kanada Soroti Peran Besar Indonesia di Panggung Dunia, ICA-CEPA Jadi Kunci Kemitraan Strategis
Senator Kanada dari British Columbia, Yuen Pau Woo saat menyampaikan pidatonya dalam rapat senat. (Bakom RI)

AKURAT.CO Senator Kanada asal British Columbia, Yuen Pau Woo, menekankan pentingnya pengesahan undang-undang untuk mengimplementasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA).

Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki makna strategis yang melampaui sekadar hubungan dagang.

Kanada dinilai perlu memperkuat relasi dengan negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sebagai bagian dari diversifikasi mitra ekonomi di tengah dinamika global.

“Perjanjian ini bukan hanya tentang perdagangan. Ini tentang bagaimana Kanada memposisikan diri di dunia yang tidak lagi terorganisasi di sekitar satu pusat kekuasaan. Sejauh Kanada berupaya mendiversifikasi hubungan ekonominya di luar Amerika Serikat, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara merupakan pasar prioritas,” ujar Yuen Pau Woo dalam pertemuan di Gedung Senat Kanada, Ottawa, dikutip Minggu (26/4/2026).

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis yang sangat penting, baik secara historis maupun geopolitik.

Letak Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik, serta keberadaan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan global, menjadi faktor kunci.

“Jika Anda mengira blokade Selat Hormuz merupakan masalah besar bagi perekonomian dunia, bayangkan dampak jika Selat Malaka terganggu. Jalur ini vital, bukan hanya untuk minyak dan gas, tetapi juga untuk distribusi barang global,” jelasnya.

Baca Juga: DJI Lito Series Resmi Meluncur, Drone Murah dengan Fitur Kelas Kreator

Dengan lebih dari 17.000 pulau, populasi terbesar keempat di dunia, serta sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar, Indonesia dinilai telah lama memainkan peran penting di panggung internasional sejak kemerdekaannya pada 1945.

Yuen Pau Woo juga menyinggung peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 sebagai bukti kepemimpinan global.

Di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, Indonesia disebut berpotensi memainkan peran yang lebih besar ke depan, termasuk setelah bergabung dengan kelompok BRICS pada 2025 dan menjadi satu-satunya anggota tetap G20 dari Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu pendiri ASEAN dan kerap dipandang sebagai pemimpin tidak resmi organisasi tersebut, dengan sekretariat yang berbasis di Jakarta.

“Kanada mengakui sentralitas ASEAN dalam strategi Indo-Pasifiknya. Ini bukan hanya soal pasar, tetapi juga gerbang menuju kawasan paling penting di abad ke-21,” ujarnya.

Mengutip pernyataan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, terkait pergeseran menuju tatanan dunia multipolar, ia menilai Kanada perlu mengembangkan kebijakan luar negeri yang lebih independen—dan dalam hal ini dapat belajar dari Indonesia.

“Indonesia telah lama memahami dinamika geopolitik dan pentingnya otonomi strategis. Kita bisa belajar dari pendekatan mereka dalam menjaga keseimbangan hubungan internasional,” katanya.

Ia menambahkan, Indonesia juga aktif dalam mendorong reformasi tata kelola global dan kerap menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam berbagai forum multilateral.

Menutup pernyataannya, Yuen Pau Woo menegaskan bahwa ICA-CEPA bukan hanya tentang tarif, tetapi juga membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama di berbagai sektor.

“Perjanjian ini adalah sinyal bahwa Kanada dan Indonesia perlu saling mendekat, baik dalam penelitian, mobilitas mahasiswa, pariwisata, maupun pertukaran budaya. Kita membutuhkan lebih banyak Indonesia, dan Indonesia juga membutuhkan lebih banyak Kanada,” pungkasnya.

Baca Juga: Belum Efisien, Biaya Logistik Pangan Indonesia Tinggi Sentuh 30 Persen dari Harga Jual ‎

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.