Akurat Logo

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Tujuh MoU, Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2030

Moehamad Dheny Permana | 2 Juli 2026, 17:34 WIB
Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Tujuh MoU, Perkuat Kemitraan Strategis hingga 2030
Presiden RI, Prabowo Subianto, bersama Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, menyaksikan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, bersama Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, menyaksikan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Kedua negara juga meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030.

Presiden Prabowo mengatakan, kesepakatan tersebut menjadi bukti komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor strategis.

"Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral dibuktikan hari ini dengan disepakatinya sejumlah dokumen kerja sama di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, jasa keuangan, serta kerja sama pertahanan. Hubungan kami sangat baik," ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama Presiden Lukashenko.

Prabowo berharap seluruh kerja sama yang telah disepakati dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat konkret bagi kedua negara.

"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," katanya.

Baca Juga: Penghormatan dari Prabowo, Alexander Lukashenko Jadi Presiden Pertama yang Bermalam di Istana Negara

Tujuh dokumen kerja sama yang ditandatangani meliputi kerja sama di bidang industri, kebudayaan, jasa keuangan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Nasional Belarus, kesehatan, riset dan inovasi antara BRIN dan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Belarus, pertukaran intelijen keuangan antara PPATK dan Departemen Pemantauan Keuangan Belarus, serta kerja sama akreditasi nasional.

Selain itu, kedua negara juga menyepakati Peta Jalan Pengembangan Bidang-Bidang Utama Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai arah penguatan hubungan bilateral dalam lima tahun ke depan.

Pemerintah menilai rangkaian kesepakatan tersebut akan memperluas kolaborasi di bidang ekonomi, riset, kesehatan, pertahanan, dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan bagi Indonesia dan Belarus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.