PDIP Dukung Penuh RUU Perampasan Aset, Hasto: KPK Lahir di Era Megawati

AKURAT.CO PDIP memiliki komitmen penuh terhadap pemberantasan korupsi, termasuk mendorong penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan sikap partainya terhadap RUU Perampasan Aset telah ditegaskan dalam keputusan kongres partai. Menurutnya, pemberantasan korupsi harus menjadi komitmen bersama seluruh penyelenggara negara.
"Ya sudah, sudah dijelaskan bahkan dalam sikap keputusan kongres kami juga kami sampaikan," kata Hasto di Kantor Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor Bisa Berjalan Efektif Jika Aparat Penegak Hukum Dibenahi
Namun Hasto menilai, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan undang-undang. Menurutnya, diperlukan kepemimpinan nasional yang tegas serta aparat penegak hukum yang mampu membangun supremasi hukum.
"Tetapi juga kita harus melihat bahwa pemberantasan korupsi itu merupakan satu kesatuan komitmen yang memerlukan dari aspek leadership-nya, national leader kita juga harus sangat tegas, kemudian aparat penegak hukumnya kita harus membangun supremasi hukum," ujarnya.
Baca Juga: Abraham Samad: Ada Cara Lain Memiskinkan Koruptor Tanpa UU Perampasan Aset
Hasto menekankan substansi undang-undang juga harus diikuti komitmen nyata dari seluruh penyelenggara negara. Sehingga undang-undang tidak hanya dilihat spirit-nya tetapi juga komitmennya dari seluruh para penyelenggara negara.
Dia kembali menegaskan PDIP mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi. Hasto juga menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir pada masa pemerintahan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"PDI Perjuangan memiliki komitmen penuh bahkan KPK pun lahir pada masa kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri," pungkas Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









