Rampungkan Rakortas Wilayah, Partai Gema Bangsa Siap Tatap Verifikasi Pemilu 2029

AKURAT.CO Partai Gema Bangsa resmi menuntaskan rangkaian maraton Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan rakortas ini mengusung tema 'Konsolidasi Untuk Kemandirian Bangsa' yang menandai rampungnya pemetaan kekuatan partai dari ujung Timur sampai Barat Indonesia.
Langkah ini menjadi sinyal kuat kesiapan partai menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual, sekaligus mengunci strategi pemenangan Pemilu berbasis data dan penguatan daerah.
Baca Juga: Partai Indonesia Terang Gelar Konsolidasi Nasional, Siapkan Mesin Politik Jelang Pemilu 2029
Rakortas yang berlangsung pada 12–13 September 2026 tersebut dihadiri jajaran pimpinan DPW dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.
Kegiatan ini melengkapi Rakortas DPW Partai Gema Bangsa yang sebelumnya digelar secara maraton di beberapa daerah. Mulai dari wilayah Papua (meliputi DPW Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan) pada 25 Juli 2026 di Kota Jayapura, Pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Banten) pada 19 Agustus 2026, hingga wilayah Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sumatera pada 2–3 September 2026 di Kantor DPP Gema Bangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menegaskan hakikat perjuangan politik adalah merebut kekuasaan secara konstitusional demi mengembalikan seutuhnya kepada rakyat.
Di tengah kompleksitas problematika nasional saat ini, dia memandang momentum ini sebagai ruang bagi partai untuk hadir memperjuangkan desentralisasi politik secara konkret, bukan sentralistik.
Baca Juga: Apa Itu AfD? Memahami Partai Sayap Kanan Jerman yang Kini Makin Kuat
"Situasi kondisi negara kian banyak problematika. Inilah momentum kita untuk berani tampil memperjuangkan desentralisasi politik guna menjawab kegaduhan dan masalah di daerah-daerah. Desentralisasi politik adalah ruh sekaligus mantra bagi kita untuk menentukan kebaikan bagi politisi dan iklim politik lokal yang tidak pernah diberikan oleh partai lain," ujar Ahmad Rofiq, Minggu (13/9/2026).
Baginya, langkah awal yang strategis adalah melakukan identifikasi masalah secara cermat serta membangun refleksi yang utuh di internal partai. Pemetaan persoalan daerah dinilai krusial agar kerja-kerja politik yang dilakukan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, bukan sebatas wacana elitis.
"Identifikasi permasalahan adalah bentuk reflektif yang perlu kita jadikan pijakan untuk bisa akselerasi lebih progresif dalam menggerakkan partai sendiri dengan penuh optimisme dan konsistensi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








