Gerindra Buka Isi Pembahasan Revisi UU Pemilu, Ada 3 Hal yang Jadi Perhatian

AKURAT.CO Partai Gerindra mengungkap sejumlah gagasan yang dibahas dalam pertemuan pimpinan partai politik koalisi pemerintahan terkait rencana revisi Undang-Undang Pemilu.
Salah satu gagasan yang mencuat adalah mendorong sistem pemilu yang lebih efektif dan efisien, sekaligus memastikan suara masyarakat tetap terakomodasi dalam proses politik.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mengatakan, pembahasan tersebut diarahkan untuk memperbaiki penyelenggaraan pemilu, termasuk mengantisipasi adanya suara pemilih yang tidak terakomodasi dalam perolehan kursi.
"Yang intinya adalah bagaimana pemilu ini bisa lebih efisien, efektif, kemudian juga bagaimana suara-suara rakyat, yaitu yang tersisa atau apa, itu tetap bisa terakomodir dengan baik. Karena bagaimanapun ya itu adalah suara dan aspirasi mereka," kata Sugiono usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sugiono menyebut, terdapat tiga garis besar yang menjadi perhatian dalam pembahasan revisi UU Pemilu, yakni efektivitas pemilu, efisiensi penyelenggaraan, dan optimalisasi keterwakilan suara masyarakat.
"Jadi kurang lebih garis besarnya seperti itu, bahwa satu, pemilu lebih efektif. Kedua, pemilu itu efisien. Ketiga, keterlibatan seluruh rakyat, dalam hal ini suara-suara yang kan kadang-kadang ada suara yang tidak, yang terbuang, yang tersisa, itu juga bisa diakomodir seoptimal mungkin," ujarnya.
Menurut Sugiono, pembahasan tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai waktu pembahasan revisi UU Pemilu.
Para pimpinan partai politik masih akan kembali bertemu untuk membicarakan kesepakatan selanjutnya.
"Itu yang kemarin dibicarakan. Nanti kan ujungnya kesepakatan, ya kita kumpul lagi. Tapi belum tahu kapan, apakah di tahun ini atau di tahun depan, ya seperti apa nanti. Ya kita lihat aja nanti," tuturnya.
Baca Juga: Gerindra Sepakat Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Ini Alasannya
Diikuti Pimpinan Partai Koalisi
Sugiono mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri ketua umum maupun wakil dari partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi pertemuan tersebut. Saat agenda berlangsung, Sugiono tengah mendampingi Presiden Prabowo menghadiri KTT BRICS di New Delhi, India.
"Saya tidak tahu persis di mana, karena pada saat itu saya mendampingi Presiden ke BRICS. Eh, iya, ke New Delhi," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








