Akurat Logo

Jokowi Singgung Operasi Politik di Balik Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran, PDIP: Buktikan Saja!

Putri Dinda Permata Sari | 21 Oktober 2026, 19:51 WIB
Jokowi Singgung Operasi Politik di Balik Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran, PDIP: Buktikan Saja!
Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun.

AKURAT.CO DPP PDI Perjuangan (PDIP) membantah pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, (Jokowi), yang menyebut polemik ijazah dirinya dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari operasi politik.

Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun, menilai, polemik tersebut tidak berkaitan dengan operasi politik.

Menurutnya, persoalan keaslian ijazah seharusnya dapat diselesaikan melalui pembuktian di pengadilan.

"Saya kira tidak ada urusan, tidak ada urusan operasi politik," ujar Komarudin kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Komarudin mengatakan polemik ijazah Jokowi tidak perlu berlarut-larut jika keaslian dokumen tersebut dapat dibuktikan secara terbuka.

Ia menilai pembuktian di pengadilan menjadi cara untuk menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini muncul di tengah masyarakat.

"Barang ini sederhana, kalau dari awal Pak Jokowi kasih lihat ijazah, sudah... tidak ada orang ribut-ribut. Teman-teman di sebelah itu mempersoalkan itu dalam perspektif negara hukum, ya buktikan saja di pengadilan 'Ini ijazah asli, kok', nggak mesti sandiwara terlalu panjang," tuturnya.

Pernyataan Komarudin tersebut merespons klaim Jokowi yang menyebut polemik ijazah dirinya dan Gibran ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan polemik ijazah tersebut merupakan bagian dari operasi politik.

Ia juga menyinggung adanya pihak yang disebutnya sebagai penumpang gelap yang menunggangi persoalan tersebut.

"Iya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi, dikutip dari detikJateng, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga: PDIP: Polemik Ijazah Gibran Bukan Urusan Pribadi Antartokoh Politik, tapi Soal Konstitusi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.