Sowan ke Cikeas, Gibran Buktikan Hubungan SBY dan Jokowi Akur

AKURAT.CO Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke kediaman Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Bogor, dinilai menjadi simbol membaiknya hubungan antara SBY dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, mengatakan sowan Gibran bukan sekadar agenda silaturahmi biasa, tetapi mengandung makna politik yang lebih dalam.
Dia menyebut, pertemuan itu bisa dimaknai sebagai simbol rekonsiliasi antara SBY dan Jokowi yang sebelumnya sempat digambarkan memiliki hubungan tegang.
Baca Juga: Gibran Sambangi SBY, Menepikan Isu Pemakzulan dan Jaga Arah Politik
"Sowan tersebut, dalam perspektif komunikasi politik, sarat dengan simbol dan makna politik. Dalam konteks simbolik, kunjungan Gibran tidak hanya dapat dimaknai sebagai silaturahmi, tetapi juga mengandung pesan rekonsiliasi," kata Lili, saat dihubungi Akurat.co, Rabu (10/9/2025).
SBY dan Jokowi kerap digambarkan berada pada posisi politik yang berseberangan, khususnya pada periode Pilpres sebelumnya. Namun melalui kunjungan Gibran, publik melihat adanya upaya meredakan ketegangan sekaligus menunjukkan bahwa hubungan kedua tokoh kini akur.
"Rekonsiliasi politik dimaknai karena sebelumnya sempat ditengarai adanya ketegangan hubungan antara SBY dengan Presiden Jokowi," jelasnya.
Baca Juga: Pertemuan Gibran-SBY Tepis Isu Demokrat di Balik Polemik Ijazah Palsu Jokowi
Selain rekonsiliasi, sowan Gibran juga dianggap sebagai strategi konsolidasi politik. Dengan memperlihatkan kedekatan dengan elite senior seperti SBY, Gibran menegaskan dirinya punya dukungan moral dan politik yang kuat di tengah dinamika politik nasional.
"Melalui sowan tersebut, Gibran ingin menunjukkan adanya hubungan yang baik dan erat dengan para elite politik senior," tutup Romli.
Dengan demikian, kunjungan Gibran ke Cikeas menjadi penanda penting bahwa hubungan Jokowi dan SBY kian harmonis. Momentum ini juga dapat dibaca sebagai bagian dari strategi Gibran memperkuat posisi politiknya sekaligus memastikan stabilitas hubungan antar-elite politik nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







