AKURAT.CO - PT GTS Internasional Tbk (GTSI), entitas usaha PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI) mencatatkan utang dalam valuta asing sebesar USD19,4 juta dalam akun utang lain-lain luar negeri per Agustus 2023.
Direktur perseroan, Dandun Widodo merinci, utang tersebut terbagi dalam beberapa tenor/ maturity/ jatuh tempo. Lengkapnya, sebesar USD155.947 akan jatuh tempo di 2023, lalu sebesar USD250.740 akan jatuh tempo di 2024, kemudian USD238.374 akan jatuh tempo di 2025, lalu USD259.086 jatuh tempo di 2026 dan mayoritas atau sebesar USD18,5 juta jatuh tempo setelah tahun 2026.
Rencananya, dari seluruh utang dalam valas tersebut perseroan akan menyicil sebesar USD80.829 pada November 2023 mendatang.
Baca Juga: GTSI Optimistis Lanjutkan Tren Kinerja Positif Di Kuartal II-2023
"Proyeksi pembayaran utang lain-lain luar negeri sebesar USD80.829 pada November 2023," kata Dandun dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (11/9/2023).
Sebelumnya perseroan berhasil menekan utang jangka pendeknya menjadi USD15,2 juta pada kuartal II-2023, turun signifikan dari USD39,4 juta di akhir 2022.
Rasio utang terhadap modal perusahaan, atau Debt to Equity Ratio (DER), juga membaik pada semester I-2023, menjadi 69% (0,69 kali), dibandingkan 117% (1,17 kali) di periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan DER ini memberikan GTSI ruang yang lebih baik untuk menggalang dana atau pinjaman bagi ekspansi usaha di periode mendatang.
GTSI juga sukses menurunkan seluruh postur liabilitasnya sekitar 36,23% menjadi USD42,63 juta pada semester I-2023 dari USD66,84 juta periode akhir tahun 2022. Kondisi ini terutama ditopang menyusutnya liabilitas jangka pendek mencapai 61,32%.
Selain itu, GTSI berhasil menaikkan posisi kas dan setara kas menjadi USD23,83 juta pada 30 Juni 2023, naik dari USD20,4 juta pada 31 Desember 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






