AKURAT.CO Ula dan Bukukas, 2 startup di Tanah Air yang sama-sama didanai miliarder dunia Jeff Bezos dipastikan sudah gulung tikar.
Ula per 3 Oktober 2023 lalu mengumumkan penutupan operasional dan berencana beraih bisnis. Ula didukung oleh Bezos Expedition dan investor kelas kakap lain Prosus Ventures, Tencent, B-Capital serta Northstar Group dan AC Ventures yang berbasis di Indonesia.
Bezos Expedition sendiri merupakan perusahaan pengelola aset pribadinya. Beberapa waktu lalu startup ini pernah membuat heboh usai mengumumkan pendanaan seri B senilai USD87 juta (sekitar Rp1,3 triliun).
Baca Juga: Daftar Startup yang Tutup Selama 2023, Ada JD.ID, Rumahcom Hingga Pegipegi
Sementara Bukukas, yang kini dimiliki oleh Lummo mengumumkan penghentian operasi aplikasi pencatatan keuangan tersebut pada 26 Mei 2023 lalu. Pada Januari 2022, BukuKas mengumumkan pendanaan senilai Rp1,14 triliun lewat Bezos Expedition lewat putaran pendanaan seri C yang dipimpin oleh Tiger Global dan Sequoia Capital India.
Apa yang terjadi?
Dalam pengumuman resminya, manajemen Ula mengatakan usai melakukan banyak pertimbangan yang selama beberapa bulan, perusahaan akhirnya memutuskan untuk beralih dari bisnis distribusi FMCG berbasis inventori.
Transformasi tersebut dinilai akan memungkinkan perusahaan untuk kembalik fokus kepada model bisnis yang lebih cocok dalam kondisi saat ini, dengan memanfaatkan teknologi, memberikan margin yang tinggi, dan permodalan yang lebih efisien.
Meski tidak menyebutkan secara spesifik ke model bisnis apa perusahaan beralih, manajemen mengatakan termotivasi dengan prospek untuk menjelajahi peluang-peluang baru yang sejalan dengan realita dan kondisi saat ini.
"Kami melihat ini bukan sebagai akhir, tetapi sebagai jeda, sebuah kesempatan untuk mengambil pelajaran berharga dan menerapkannya pada masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan," ujar manajemen dikutip Sabtu (23/12/2023).
Sementara Lummo, dikabarkan oleh The Ken mengkaji merger dengan MPL. Dilaporkan pada Juni 2022, Lummo melakukan PHK. Sekitar setengah dari pegawai yang terkena dampak merupakan yang bekerja di India.
The Ken melaporkan startup Lummo tidak dapat menemukan produk yang cocok di pasar. Sumber menyampaikan setelah lebih dari tiga tahun mengembangkan berbagai produk perangkat lunak atau software untuk UMKM, pendapatan Lummo tidak banyak.
Terlepas penyebabnya, penutupan kedua startup tersebut memberi pesan bahwa didukung oleh miliarder terkaya global tak menjamin kesuksesan sebuah startup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









