Genjot Ekonomi Syariah RI, Eks Anggota DPR: Harus Menjadi Kepentingan Nasional

AKURAT.CO Pembangunan ekonomi syariah di Indonesia mendapat perhatian serius. Tantangan utamanya adalah inklusi keuangan, regulasi, dan pemahaman masyarakat.
Sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019, Hakam Naja menggarisbawahi urgensi untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Serta, ia menyoroti pentingnya merumuskan masterplan ekonomi syariah yang lebih konkret dan berkelanjutan.
"Dalam konteks ini, kita belum memiliki undang-undang yang secara spesifik mengatur perbankan syariah seperti yang ada di Malaysia. Kita perlu memperkuat ekosistem ekonomi syariah," ujarnya dalam sebuah Diskusi Publik bertajuk Mengkonkritkan Omon-omon Ekonomi Syariah: 5 Tantangan Utama dan Opsi Solusi di Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Menurut Hakam, Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi syariah, mengingat ukuran populasi dan daya beli yang signifikan. Namun, upaya untuk memajukan sektor ini belum maksimal.
"Kita harus melihat peluang yang ada dan mengembangkannya menjadi kepentingan nasional," tambahnya.
Salah satu fokusnya adalah pada produksi produk halal. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun masih terdapat banyak peluang yang belum dimanfaatkan sepenuhnya.
"Kita harus mampu bersaing dengan negara-negara lain yang sudah lebih dulu mengambil peluang di sektor ini," ungkapnya.
Selanjutnya, Hakam juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. "Kita membutuhkan suatu formula yang didorong oleh pemerintah, baik dalam hal regulasi maupun pengembangan infrastruktur," paparnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga riset, swasta, dan masyarakat secara keseluruhan. "Kita harus bersatu untuk mengembangkan ekonomi syariah agar dapat bersaing secara global," tandasnya.
Dalam hal ini, data menunjukkan bahwa sektor ekonomi syariah memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Menurut laporan terbaru, nilai ekonomi syariah global mencapai lebih dari USD2 triliun. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, memiliki kesempatan unik untuk memperkuat posisinya dalam pasar ini.
Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, Hakam yakin Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam perekonomian global dan mengambil peran yang lebih aktif dalam pasar ekonomi syariah.
Dengan memanfaatkan potensi ekonomi halal yang besar, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri ini, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









